AMPEL, Radar Jember - Petugas gabungan kera melakukan penertiban terhadap truk dengan muatan berlebihan atau over dimension dan over loading (ODOL) sehingga jarang ditemui melintas di jalan raya. Namun, setelah lama tidak ditertibkan, kendaraan itu mulai muncul kembali muncul.
Baca Juga: Pengawasan APBDes Cukup Lewat Inspektorat, Kejari Jember Prioritaskan Perkara Bernilai Besar
Truk yang mulai sering terlihat truk bermuatan sekam (kulit padi) yang biasa digunakan untuk membakar batu merah.
Truk bermuatan sekam itu sering dijumpai di wilayah pinggiran, seperti wilayah Puger, Balung, Wuluhan dan Ambulu.
Truk ODOL bermuatan sekam yang melintas di jalan Raya Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan tersebut sangat membahayakan pengendara lain.
Sekam di atas bak truk itu hanya menggunakan lembaran sak yang dijahit dan tingginya melebihi bak truk.
Bisa jadi, sekam akan tersangkut ranting pohon yang kuat bisa saja sekam akan ambrol dan menimpa pengguna jalan. Selain itu kabel di jalanan bisa saja ada yang terimbas.
Kendaraan di belakangnya yang hendak mendahului pun harus menunggu jalan yang lebar. Ini karena di sepanjang jalan yang sempit dan banyak pohon, kendaraan di belakangnya memilih berada di belakangnya dengan jarak cukup jauh.
"Kalau memang mau angkut sekam seharusnya tetap dibak saja. Jangan menambah sak hingga keluar dan melebihi bak truknya," kata Nursahid, warga Tanjungrejo, Wuluhan.
Menurutnya, jika jahitan sak lepas atau bagian atasnya nyantol pohon bisa saja ambrol. "Sekarang mulai ada lagi truk mengangkut sekam hingga bagian atasnya lebih lebar, ini rawan ambrol dan menimpa pengendara di belakangnya. (jum/nur)
Editor : M. Ainul Budi