Radar Jember - Sebelum korban jatuh dihantam ombak hingga hilang, Moh Masrokhin, 45, kakak ipar korban, dan Abdul Rochim, 37, kakaknya, keduanya warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, sempat mengajak pulang korban.
Karena kail milik kakak ipar dan kail milik kakaknya putus setelah tersangkut batu karang.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, keduanya sempat mengajak pulang, namun korban masih tetap tidak mau hingga menemui ajal, kata Dian Kasun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.
“Sebab korban ini senang memancing, tetapi kebetulan saat mancing masih bersama kakak iparnya (Moh Masrokhin) kakak iparnya korban dan Abdul Rochim, 37 (kakak kandungnya) keduanya warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan,” kata Dian pada Kamis (30/4) dilokasi.
Terlihat puluhan kerabat dan keluarga korban sejak pagi hingga siang terus berdatangan.
Bahkan terlihat beberapa ibu yang menangis saat sar gabungan berangkat melakukan pencarian kedua.
Eny, tetangga korban ikut datang ke pantai dan ikut mendoakan agar korban segera ditemukan oleh SAR Gabungan.
“Korban meninggalkan seorang istri dan dua anaknya yang masih sekolah di PAUD dan berumur 7 bulan,” kata Eny.(jum/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh