Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

MIRIS! Jembatan Masih Putus, Warga dan Siswa Nyebrang Sungai Pakai Perahu Karet

Jumai RJ • Minggu, 19 April 2026 | 19:16 WIB
DISIAPKAN PERAHU KARET: Pemerintahan Desa (Pemdes) Jubung, Kecamatan Sukorambi menyiapkan perahu karet untuk siswa yang sekolah di selatan sungai Bedadung, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. (JUMAI/RJ)
DISIAPKAN PERAHU KARET: Pemerintahan Desa (Pemdes) Jubung, Kecamatan Sukorambi menyiapkan perahu karet untuk siswa yang sekolah di selatan sungai Bedadung, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. (JUMAI/RJ)

JUBUNG, Radar Jember - Putusnya jembatan gantung yang ada di Dusun Darungan Selatan dengan Dusun Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi menjadi viral di medsos.

Bahkan semakin viral putusnya jembatan di bulan februari 2026 lalu.

Siswa yang rumahnya di Dusun Darungan Selatan ketika berangkat sekolah harus memutar dan jaraknya lebih jauh. Terutama siswa yang sekolah di SDN Jubung 01 dan SMKN 5 Jember.

Sedangkan siswa yang rumahnya di Dusun Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi juga sama. Karena yang rumahnya diutara sungai Bedadung ada yang sekolah ke SDN Jubung 02 yang lokasinya di selatan sungai.

Baca Juga: Update Laka Lantas Jember Hari Ini: Dua Orang Patah Tulang, Usai Dua Motor Tabrakan

Bila orang tua yang punya sepeda motor masih bisa diantar tetapi harus memutar. Kalau orang tuanya yang tidak punya motor, akhirnya sekolah menyebrang sungai menggunakan getek/rakit dari bambu.

Untuk kenyamanan dan keselamatan siswa maupun orang tua yang mengantar anaknya aman, maka disiapkan perahu karet

“Perahu karet itu milik UKM Mapalus Fisip Unej. Perahu karet itu untuk mengganti rakit yang sebelumnya dibuat warga untuk mengantar anaknya yang sekolah di SDN Jubung 02,” kata Dimas Krisdianto Putra, wakil BPD Desa Jubung, Sukorambi.

"Demi keselamatan dan kenyamanan terhadap siswa, pihaknya berkoordinasi dengan anggota Mapalus Fisip Universitas Jember. Tetapi untuk keselamatan siswa dan orang tua maka disiapkan pelampung," kata Dimas.

Baca Juga: CEK FAKTA? Pemerintah Siapkan Skema Rumah Subsidi bagi Karyawan MBG

Setiap berangkat ada operatornya yakni dari desa. Biasanya kalau perahu digunakan untuk pengarungan diisi 8 orang. Tetapi untuk siswa dan oramg tua bisa 8 siswa atau 10 orang dengan orang tua.

“Karena keterbatasan pelampung, maka disesuaikan dengan jumlah pelampung yang ada. Sehingga siswa yang hendak menyebrang harus menggunakan pelampung,” katanya.

"Kalau dua minggu sebelumnya ada warga yang punya inisiatif membuat getek/rakit dari bambu. Agar lebih nyaman dan demi keamanan maka disiapkan perahu karet," imbuh Wakil BPD Desa Jubung kepada Jawa Pos Radar Jember

"Nantinya setiap hari jam sekolah, operator perahu karet sudah siap dipinggir sungai, jangan sampai siswa datang terlambat ke sekolahnya. Jadi ada operator setiap menyebrang yang jaraknya 50 meteran," jelas Dimas.

Sambil menunggu perbaikan jembatan gantung yang rencana dikerjakan bulan Mei mendatang. Selain menyebrang menggunakan perahu, rencana membuat rakit untuk warga yang kerja menggunakan sepeda ontel.

“Sehingga rakit itu nantinya juga disiapkan untuk warga yang kerja naik sepeda ontel. Sehingga tidak perlu memutar jauh lagi,” pungkas Dimas.(jum/bud).

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Jembatan #UNEJ #siswa