Radar Jember - Jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, yang putus total akibat terjangan banjir Sungai Bedadung pada Februari lalu.
Hingga pertengahan April 2026, tak kunjung menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Kondisi ini memaksa warga, terutama anak-anak sekolah, bertaruh nyawa menyeberangi derasnya sungai menggunakan rakit bambu atau getek.
Padahal, jembatan sepanjang 105 meter tersebut merupakan akses penting bagi warga Dusun Darungan Selatan dan Utara.
Baca Juga: Cetak Prestasi Gemilang, Polije Borong Penghargaan dari KPPN Jember
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Pj Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Lukman, mengaku pemerintah daerah telah berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Kami juga prihatin kemarin ada beberapa anak yang naik rakit. Itu sebenarnya sudah diusulkan ke pemerintah pusat sama provinsi," katanya, saat ditemui Rabu (15/4).
Helmi mengingatkan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya berjanji akan menangani jembatan di Kecamatan Sukorambi tersebut. Ia memperkirakan, proses saat ini masih tertahan di meja perencanaan.
"Janji provinsi waktu itu, provinsi akan segera melaksanakan perbaikan yang di Jubung. Nantinya setelah perencanaan, baru akan dilaksanakan pembangunan," katanya, sembari menyuruh awak media meminta keterangan provinsi kaitan waktu pelaksanaan.
Jembatan dengan lebar 1,5 meter ini bukan sekadar jalan desa biasa. Ia adalah jalur pendekat bagi siswa menuju SDN Jubung 01 dan SMKN 5 Jember.
Selain itu, jembatan ini menjadi jalur ekonomi aktif yang menghubungkan Perum Griya Mangli Indah (GMI) ke arah Ajung, maupun akses warga Ajung menuju Terminal Tawang Alun dan Rambipuji.
Sejak dua penyangga jembatan ambruk diterjang banjir besar pada Kamis (12/2) malam lalu, aktivitas warga lumpuh total.
Upaya swadaya yang dilakukan warga pada Desember 2025 kini tak berbekas, menyisakan puing yang porak-poranda.
Sebagai solusi jangka pendek agar anak sekolah tidak lagi menyeberang sungai dengan rakit, Helmi menjanjikan adanya bantuan transportasi.
Baca Juga: Tanpa BBM Sehari, UIN KHAS Jember Uji Gaya Hidup Hemat Energi
"Misalkan dibutuhkan untuk antar jemput (siswa) dan sebagainya, kami akan koordinasikan dengan Dinas Perhubungan. Nanti kami siapkan shuttle (transportasi, Red)," janjinya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh