KALIWATES, Radar Jember - Pemerintah daerah mulai menggeser cara memberdayakan masyarakat pekerja rentan, dari sekedar diberikan santunan kini berupa pembekalan skill strategis. Salah satu yang disasar para driver ojek online (Ojol) perempuan.
"Jika di jalanan sedang sepi atau kondisi fisik tidak memungkinkan untuk berkendara, mereka tetap bisa berdaya secara finansial dari dapur rumah sendiri," kata Sekretaris Dinsos PPPA Jember, Sri Rahayu Wilujeng, (31/03).
Saat itu, sekitar 50 driver ojol perempuan mengikuti pembekalan skill pembuatan Sushi (Jepang) dan minuman Tepace (Meksiko), di Lipposos Jember.
Baca Juga: Info Lalu Lintas Jember: Jalur Gumitir Masih Saja Macet Gara-gara Ini
Sri Rahayu menyatakan, Dinsos PPPA Jember bakal menindaklanjuti dengan sinkronisasi ke Dinas Koperasi untuk aspek pengemasan (packaging) dan akses pasar digital. "Tujuannya jelas: perempuan ojol harus punya alternatif pendapatan," katanya.
Ketua Kartini Jember (Organ driver ojol perempuan) Lesly Novitasari, menilai pelatihan ini pelatihan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap eksistensi pekerja rentan.
Baca Juga: Anggota Komisi III DPR RI Sebut Sosok Habib Sholeh Jadi Teladan Nyata di Pengabdian Sosial
Menurutnya, hambatan terbesar pekerja sektor informal adalah ketiadaan waktu dan akses modal pengetahuan.
"Dampaknya sangat nyata. Teman-teman ojol kini punya peluang pendapatan tambahan (income buffer). Fleksibilitas kami di jalan, membagi waktu antara mengantar penumpang dan mengelola usaha kuliner," kata perempuan yang telah 9 tahun menjadi ojol itu. (mau/bud)
Editor : M. Ainul Budi