Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Satgas MBG Jember Soroti Perizinan dan Lokasi Dapur Sumbersari Pasca Banjir, Izin Belum Klir, tapi Layani Ribuan Porsi Per Hari

Maulana RJ • Senin, 2 Februari 2026 | 09:11 WIB

 

CEK LOKASI: Satgas MBG Kabupaten turun langsung melakukan inspeksi ke SPPG di Kecamatan Sumbersari, Jember.
CEK LOKASI: Satgas MBG Kabupaten turun langsung melakukan inspeksi ke SPPG di Kecamatan Sumbersari, Jember.

SUMBERSARI, Radar Jember - Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember tengah menjadi sorotan tajam. Setelah gaduh soal menu MBG yang sangat minimalis, Satuan Tugas (Satgas) MBG kembali mengungkap fakta mengejutkan terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sumbersari.

Meski telah beroperasi selama kurang lebih tiga bulan, dapur penyedia makanan bagi ribuan siswa ini ternyata belum mengantongi izin operasional yang lengkap. Masalah ini mencuat ke permukaan setelah SPPG Sumbersari diterjang banjir pada 30 Januari 2026.

Persoalan perizinan yang belum klir itu terkuak saat Satgas MBG Kabupaten yang dipimpin Pj. Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dapur produksi untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.

Dalam evaluasinya, Satgas menyoroti kepatuhan administratif pengelola dapur.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah dokumen perizinan mulai dari izin bangunan hingga syarat administratif lainnya diketahui masih dalam tahap proses, padahal dapur sudah aktif mengepul selama 90 hari terakhir.

"Kalau izin-izinya masih proses, seperti izin bangunan, dan izin SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi)," katanya.

Selama tiga bulan beroperasi tanpa legalitas utuh itu, dapur ini secara masif memproduksi sekitar 2.000 porsi makanan setiap harinya untuk didistribusikan ke berbagai sekolah di wilayah Sumbersari. Selain masalah izin, lokasi dapur juga dinilai tidak layak secara teknis.

Kedekatannya dengan saluran air menjadi penyebab utama dapur terendam genangan saat hujan deras mengguyur. Akibatnya, operasional produksi terpaksa dihentikan sementara selama dua hari terakhir untuk proses sterilisasi.

Demi menjamin keamanan pangan nasional, Satgas MBG merekomendasikan agar dapur segera direlokasi ke tempat yang lebih aman dan memenuhi standar higienitas yang ketat.

"Ke depan, agar memindahkan ke tempat lain, takutnya mengganggu produksi di SPPG, dan ownernya juga tadi katanya siap untuk pindah," tambah Helmi.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sumbersari, Dwi Aprilia, mengakui adanya kendala tersebut dan memilih untuk menghentikan operasional sementara pascabanjir.

Ia menyebut, distribusi makan bergizi ke sekolah-sekolah direncanakan akan kembali berjalan pada awal pekan depan, sembari menunggu evaluasi teknis dan pembenahan administrasi dari Satgas MBG Jember.

Saat ini, timnya fokus melakukan pembersihan menyeluruh karena banyak peralatan dan wadah makanan (ompreng) yang terdampak banjir.

"Kami memilih tidak beroperasi terlebih dahulu. Seluruh dapur dan peralatan harus melalui proses sterilisasi agar aman digunakan kembali," katanya. (mau/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#dapur MBG #Jember #SPPG #Mbg