Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Villa Indah Tegal Besar Mengadu ke DPRD Jember, Desak Pengembang Tanggung Jawab Banjir Sungai Bedadung

Sidkin • Rabu, 21 Januari 2026 | 06:20 WIB
Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kaliwates, mengadu kepada Komisi C DPRD Jember, kemarin (20/1). Mereka meminta pengembang bertanggung jawab atas banjir Desember lalu.
Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kaliwates, mengadu kepada Komisi C DPRD Jember, kemarin (20/1). Mereka meminta pengembang bertanggung jawab atas banjir Desember lalu.

Radar Jember – Puluhan warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar mendatangi Komisi C DPRD Jember, kemarin (20/1).

Kedatangan mereka bertujuan menuntut kepastian keselamatan hunian setelah banjir luapan Sungai Bedadung merendam sedikitnya 71 rumah di kawasan tersebut, beberapa waktu lalu.

Perwakilan warga, Saifuddin, mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi bencana susulan yang lebih besar.

Menurutnya, infrastruktur saat ini sangat tidak memadai karena jarak rumah warga hanya sekitar dua meter dari bantaran sungai tanpa tembok pengaman.

“Sedikitnya 52 rumah warga terdampak banjir dengan kategori sedang hingga berat. Jika dihitung secara keseluruhan, terdapat 71 rumah yang terdampak banjir dari Sungai Bedadung,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga meminta adanya solusi nyata dan jangka panjang.

Relokasi menjadi salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan karena lokasi perumahan sangat dekat dengan bantaran sungai.

Selain itu, pembangunan infrastruktur penunjang seperti plengsengan, tembok pembatas, dan drainase harus segera dilakukan.

“Drainase harus direkayasa ulang. Karena hujan sedikit saja sudah banjir. Lalu plengsengan juga perlu ada penanganan. Karena sungai sangat dekat rumah warga, hanya berjarak sekitar dua meter tanpa tembok pengaman,” terangnya.

Keluhan warga tidak hanya soal banjir, tetapi juga menyangkut kondisi infrastruktur perumahan yang dianggap membahayakan.

Dewi Mashitoh, warga lain, menyebut, mayoritas penghuni memiliki anak balita.

Namun, desain jalan yang menurun tajam membuat anak-anak kerap terjatuh saat bermain sepeda. Ditambah lagi, plengsengan sungai di sekitar perumahan banyak yang rusak dan bebatuannya kerap jatuh ke area warga.

“Mayoritas warga itu punya balita, tapi jalannya lurus ke bawah dan sering bikin anak-anak nyosop,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, pengembang Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Agus Lutfi, menyatakan, seluruh pembangunan telah sesuai perizinan yang berlaku.

Hingga saat ini, sekitar 190 unit rumah telah dibangun di Perum Villa Indah Tegal Besar.

Terkait tuntutan relokasi dan pembangunan plengsengan, pihaknya masih perlu melakukan pembahasan internal.

“Kami memastikan penyediaan hunian sementara serta menyalurkan bantuan Rp 50 juta untuk 52 warga rumah terdampak. Sedangkan hunian sementara akan kami upayakan secepatnya untuk meringankan beban warga,” pungkas Lutfi.

Baca Juga: Siaga Pangan Jelang Ramadan, Bulog Jember Tegaskan Cadangan Beras Sangat Aman

Bantuan Rp 50 juta untuk 52 tersebut, maka setidaknya setiap warga terdampak mendapatkan sekitar Rp 950 ribu.

Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menegaskan perlunya tanggung jawab pengembang.

Ia merasa prihatin karena warga tetap harus mencicil rumah di tengah rasa tidak aman. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #tuntutan warga #DPRD jember