Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banjir Jadi Alarm Serius, DPRD Jatim Desak Pemasangan Bronjong di Kawasan Rawan Jember Tahun Ini

Sidkin • Senin, 12 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kondisi perumahan di belakang Taman Makam Pahlawan Patrang setelah terdampak banjir, Desember lalu. Anggota Komisi D DPRD Jatim Satib menilai perlu adanya pemasangan bronjong untuk mencegah banjir.
Kondisi perumahan di belakang Taman Makam Pahlawan Patrang setelah terdampak banjir, Desember lalu. Anggota Komisi D DPRD Jatim Satib menilai perlu adanya pemasangan bronjong untuk mencegah banjir.

Radar Jember – Banjir yang melanda Jember pertengahan Desember lalu seharusnya menjadi alarm serius bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah.

 Peristiwa itu memunculkan kekhawatiran potensi kerusakan yang lebih luas jika tidak segera ditangani.

Karena itu, DPRD mendorong langkah cepat dan konkret untuk menekan risiko banjir berulang.

Fokus penanganan diarahkan pada kawasan di sekitar aliran sungai yang dinilai paling rawan terdampak.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Satib, menyampaikan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sungai tidak mampu menampung debit air hujan yang meningkat tajam.

Kondisi tersebut menyebabkan luapan air meluas hingga merendam permukiman warga di puluhan kecamatan.

Ia menjelaskan, pengelolaan sungai menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur wilayah Lumajang.

Satib menilai, situasi cuaca saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Intensitas hujan yang terus meningkat dari waktu ke waktu, menurutnya, harus diantisipasi dengan langkah mitigasi yang lebih serius dan terencana.

Tanpa upaya tersebut, masyarakat akan terus terdampak setiap musim hujan tiba.

Karena itu, ia mendorong dinas terkait untuk segera menyiapkan solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Maka kami meminta dinas terkait segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari,” sambungnya.

Sebagai langkah awal penanganan, Satib menegaskan pentingnya pemasangan bronjong di sepanjang bantaran sungai.

Upaya ini dinilai mendesak untuk mencegah pengikisan tanah yang semakin parah akibat derasnya arus air.

Ia menyebut, di beberapa titik kondisi tebing sungai rawan longsor dan berpotensi memperbesar dampak banjir.

Salah satu lokasi yang perlu segera ditangani berada di kawasan perumahan Griya Makam Pahlawan Patrang.

“Seperti di Perumahan belakang Taman Makam Pahlawan, kami meminta kepada Dinas SDA untuk dilakukan pemasangan bronjong karena ini sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Selain pemasangan bronjong, Satib juga menyoroti perlunya plengsengan atau Tembok Penahan Tanah di lokasi rawan lainnya.

Ia menyampaikan, rencana tersebut telah diajukan kepada Dinas SDA untuk direalisasikan pada tahun ini. Itu juga akan menyesuaikan kondisi anggaran yang tersedia.

Di sisi lain, perubahan sedimen di kawasan sempadan sungai, baik di hulu maupun hilir, turut memperbesar risiko banjir.

Karena itu, ia mendorong penanaman tanaman keras di wilayah hulu sebagai upaya memperkuat daya resap air sekaligus menahan laju banjir.

“Perubahan ini sangat berdampak. Kami juga meminta agar ada tanaman keras yang ada di hulu agar bisa menjadi resapan air dan penahan banjir,” pungkasnya. (kin/bud)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#banjir Jember #Sungai Bedadung #Jember #dprd jawa timur #DPRD jember #banjir luapan