JEMBER LOR, Radar Jember - Puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 terasa jelas di Stasiun Jember, Minggu (4/2) pagi.
Sejak matahari belum tinggi, penumpang sudah memadati ruang tunggu hingga peron, menandai berakhirnya libur panjang yang dimanfaatkan warga untuk pulang kampung.
Kepadatan paling terlihat di jam-jam awal keberangkatan.
Penumpang tampak bergantian menenteng koper dan ransel, mencari tempat duduk sambil memantau jadwal kereta yang akan membawa mereka kembali ke kota tujuan.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut kondisi tersebut merupakan puncak arus balik yang sejak awal sudah diantisipasi.
“Lonjakan penumpang ini memang sudah kami prediksi sejak awal masa angkutan Nataru,” ujarnya.
Menurut Cahyo, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari wilayah Daop 9 Jember pada hari puncak arus balik ini menembus angka lebih dari 12 ribu orang.
“Angka ini naik sekitar 11 persen dibandingkan hari normal,” jelasnya.
Ia menambahkan, lonjakan tersebut bukan hanya terjadi di Stasiun Jember, tetapi juga di sejumlah stasiun lain di wilayah Daop 9.
Selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru, total penumpang yang diberangkatkan mencapai 194.899 orang.
Cahyo juga membeberkan, tujuan penumpang pada masa arus balik masih didominasi kota-kota besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Surabaya, Malang, dan Yogyakarta masih menjadi tujuan favorit penumpang,” katanya.
Kereta api, lanjut Cahyo, tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih pasti dari sisi waktu tempuh.
Faktor kenyamanan dan tarif yang terjangkau juga membuat masyarakat cenderung kembali memilih moda transportasi ini saat libur panjang.
Menghadapi sisa arus balik, Cahyo mengingatkan calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan matang.
Ia menyarankan masyarakat melakukan pemesanan tiket lebih awal agar tidak kehabisan, terutama pada masa libur dan akhir pekan panjang. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi