Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bunga Desaku di Tempurejo, Gus Fawait Ajak Pelajar Kejar Pendidikan Tinggi dan Tunda Nikah Dini

Maulana RJ • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:05 WIB
HANGAT: Para pelajar SMPN 1 Tempurejo saat berswafoto dengan Bupati Fawait, saat rangkaian Bunga Desaku jilid 8 Tempurejo, Sabtu (13/12).
HANGAT: Para pelajar SMPN 1 Tempurejo saat berswafoto dengan Bupati Fawait, saat rangkaian Bunga Desaku jilid 8 Tempurejo, Sabtu (13/12).

Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menularkan semangat dan motivasi kepada ratusan siswa-siswi SMPN 1 Tempurejo, Sabtu (13/12).

Pesan tersebut disampaikan saat pelaksanaan program Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) Jilid 8 di Kecamatan Tempurejo.

Di hadapan para pelajar, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa masa depan dan kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kualitas pendidikan generasi muda.

“Kalau ingin melihat negara tercinta ini maju, maka kuncinya ada di adik-adik. Karena itu, adik-adik harus mengenyam pendidikan setinggi-tingginya,” tegasnya.

Gus Fawait menepis anggapan bahwa pendidikan tinggi hanya bisa diraih anak-anak di perkotaan.

Menurutnya, banyak pemimpin dan tokoh sukses yang justru lahir dari daerah pedesaan berkat bekal ilmu dan pendidikan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan berbagai program beasiswa bagi pemuda daerah agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Kami siapkan beasiswa kuliah dari Pemkab Jember untuk anak-anak Jember yang menempuh pendidikan di berbagai kampus di Indonesia,” ujarnya.

Selain pendidikan, Gus Fawait juga mengingatkan para pelajar agar memiliki perencanaan masa depan yang matang, termasuk dalam hal pernikahan.

Ia meminta siswa tidak terburu-buru menikah setelah lulus sekolah.

Menyikapi tingginya angka stunting dan kematian ibu melahirkan di Jember, ia menekankan pentingnya perencanaan usia pernikahan yang ideal, yakni antara 21 hingga 35 tahun.

“Perencanaan usia pernikahan yang matang merupakan salah satu solusi penting untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto, diyakini dapat menjadi solusi dalam menurunkan angka stunting.

Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Mbg #Bunga Desaku Jember #Bupati Jember #Gus Fawait