Radar Jember - Kesibukan Shinta Aura Angelina menjadi mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, tak menghentikan semangatnya untuk berkecimpung di dunia pariwisata.
Mahasiswa semester 7 itu sedari dulu memang sudah jatuh cinta dengan suasana alam yang sejuk dan asri.
Oleh karenanya, dia begitu aktif dalam komunitas yang peduli terhadap pengembangan pariwisata.
Lahir dan tumbuh di Bondowoso, Shinta menilai kampung halamanya itu memiliki segudang potensi wisata yang perlu dikenal lebih luas.
Pada 2019 dia pun bergabung dengan komunitas Ijen Geopark Youth Forum (IGYF), sebuah komunitas yang berdedikasi meningkatkan kesadaran tentang geologi, budaya, hingga potensi wisata di wilayah Ijen Geopark.
“Saat pemerintah berupaya agar Ijen ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark, yang mana itu terwujud Mei 2023 lalu, kami juga terus meningkatkan kesadaran masyarakat disana,” ungkapnya.
Tak puas di situ, Shinta kemudian mendaftarkan diri sebagai duta pariwisata Bondowoso periode 2023-2025.
Dikatakan, setelah melewati rangkaian seleksi yang ketat, dia berhasil keluar sebagai juara dua dan resmi menjadi Kacong-Jebbing Bondowoso.
Sebagai duta wisata, Shinta makin bertekad mengenalkan wisata yang dimiliki kampung kelahirannya itu ke khalayak luas.
“Kacong-Jebbing itu kalau di Jember sama seperti Gus-Ning, dan itu jadi ikonnya Bondowoso,” katanya.
Hal yang memotivasi Shinta untuk menjadi duta pariwisata adalah karena di sana dia tidak sekedar menghadiri kegiatan pemerintahan tapi juga aktif merancang kegiatan yang melibatkan komunitas.
“Saya ingin mengolaborasikan IGYF untuk lebih terlibat dalam kegiatan promosi wisata,” tuturnya.
Tidak hanya aktif di kegiatan Pariwisata Bondowoso, berkuliah di Jember membuatnya tergugah untuk turut serta mengembangkan wisata yang ada di kota cerutu.
Dia pun bersama komunitas penerima beasiswa Djarum yang berasal dari gabungan mahasiswa Unej dan Unmuh membangun terobosan wisata di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan.
“Kami membuat SiDempok, singkatan dari Sinergi Dukuh Dempok, jadi kami mengintegrasikan beberapa wisata yang memang sudah ada. Ada wisata alam, budaya dan UMKM yang kemudian jadi satu rangkaian wisata,” tuturnya.
Jerih payah yang dilakukan Shinta dalam meningkatkan kualitas pariwisata bukan tanpa alasan.
Sebab, menurutnya, pariwisata yang terkelola dengan baik dapat memberikan peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga, terutama para pelaku UMKM.
“Saya ingin kecintaan saya dengan alam dan tempat wisata bisa berdampak positif bagi orang-orang yang bergerak di sektor wisata,” pungkasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh