SUMBEREJO, radarjember - Warga yang tinggal di Dusun Krajan Lor, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu mendadak gempar.
Ini setelah ditemukan mayat jenis laki-laki disungai Kalimayang oleh penambang pasir di sungai.
Mayat yang tersangkut disungai Kalimayang itu diketahui bernama Jami’I, 58, warga Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Jember pada Selasa (21/10) pukul 07.30 Wib.
Pertama kali mayat yang tersangkut itu oleh Yudi Hernanto, 60, warga setempat penambang pasir yang seperti biasanya melakukan aktivitas.
Kebetulan saat hendak menambang melihat ada sosok mayat yang tersangkut. Ternyata setelah dihampiri, benar dia adalah mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya.
Temuan mayat itu oleh Yudi, dilaporkan ke piket Polsek Ambulu dan perangkat desa setempat.
Bahkan, bakar penemuan mayat itu langsung terdengar oleh warga sekitar lokasi penemuan.
Tidak lama kemudian petugas Polsek bersama nakes Puskesmas Sabrang dan anggota SAR local Rimba Laut mendatangi lokasi.
AKP Solikhan Arief Kapolsek Ambulu menyampaikan, setelah menerima laporkan ia bersama anggota reskrim dan nakes dari Puskesmas Sabrang langsung mendatangi lokasi.
Ia datang bersama nakes puskesmas untuk mengecek kondisi korban. Mayat jenis kelaim laki-laki itu ditemukan oleh warga yang menjadi penambang pasir disungai.
“Awalnya saat ditemukan tersangkut belum diketahui identitasnya. Namun setelah berhasil dievakuasi ada anggota keluarga yang datang. Bahwa mayat yang tersangkut disungai itu adalah anggota keluarganya. Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatana Puskesmas Ambulu , bahwa jasad itu sudah meninggal lebih dari dua hari, “ kata Kapolsek.
Masih menurut Arief, setelah dilakukan pemeriksaan luar pada bagian kulit tubuh korban sudah terkelupas dibagian kaki, badan, dan tangan.
Selain kulit sudah mengelupas, terlihat ada luka robek pada kulit tubuh korban dikarenakan sudah lama terendam air dan benturan saat hanyut disungai.
"Selanjutnya setelah dilakukan visum luar korban diserahkan kepada anggota keluarganya untuk dimakamkan," pungkas mantan Kapolsek Sukowono itu.(jum).
Editor : M. Ainul Budi