Radar Jember - Berbagai potensi terjadinya bencana di Jember memaksa pemerintah daerah harus menyiapkan upaya mitigasi sejak dini.
Kesiapsiagaan menjadi mutlak dibutuhkan, tidak hanya pada kesiapan anggaran, namun juga kesiapan para stakeholder-nya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui mitigasi kebencanaan ini harus diupayakan sejak dini.
Salah satu yang dilakukannya yakni dengan terjun langsung melaksanakan simulasi kebencanaan dengan sasarannya anak-anak sekolah.
Ia meyakini, sekolah menjadi bagian rentan terdampak bencana, khususnya bencana gempa.
"Kami melaksanakan simulasi kebencanaan kalau terjadi bencana, beserta BPBD, TNI, dan Polri, puskesmas, rumah sakit, dan beberapa pihak-pihak yang harus terlibat," katanya, saat mengawali giat program Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) jilid 4 Arjasa, di SMPN 1 Arjasa, beberapa waktu lalu.
Saat melangsungkan salah satu program andalannya itu, Gus Fawait, sapaan akrab dia, menilai langkah kesiapsiagaan ini perlu digencarkan sejak dini, dari lingkungan terkecil seperti sekolahan.
"Harapannya, anak-anak kita tidak sekedar termotivasi menyelesaikan pendidikannya tetapi juga memiliki pemahaman terkait mitigasi kebencanaan," tambahnya.
Meski begitu, sejauh ini belum ada paparan resmi kaitan kesiapan anggaran belanja tidak terduga (BTT) pada APBD tahun 2025 untuk urusan kebencanaan ini.
Baik dari pemerintah daerah maupun DPRD.
Terpisah, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, sempat menyebut kaitan besaran BTT 2025 ini, selepas evaluasi APBD 2025 Jember oleh Gubernur Jatim Khofifah Parawansa, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, BTT di APBD 2025 sempat diusulkan sebesar Rp 25 miliar, namun karena dirasa kurang, Gubernur meminta Pemkab Jember agar menambahkan menjadi Rp 50 miliar.
"Kita diminta mengantisipasi di bulan-bulan tahun 2025, sehingga ada kenaikan BTT, dari semula Rp 25 miliar menjadi Rp 50 miliar. Tapi, kita berharap semoga tidak ada bencana," imbuh Politisi Gerindra itu.
Sebagai informasi, pada APBD tahun 2024, alokasi BTT sebesar Rp 25 miliar.
Dana itu lebih kecil jika dibandingkan dengan BTT tahun 2023 sekitar Rp 54 miliar.
Penggunaan anggaran untuk kebencanaan pernah mencatatkan nilai fantastis.
Mencapai total Rp 479,4 miliar, yang berasal dari BTT, DBHCHT, dan DAK fisik kesehatan, saat pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh