Radar Jember – Kementerian Sosial (Kemensos) RI optimistis Sekolah Rakyat (SR) terintegrasi 6 Jember akan berkembang pesat.
Keyakinan itu didasari dukungan penuh pemerintah daerah yang fokus terhadap pengentasan kemiskinan melalui pendidikan masyarakat.
Dengan sinergi tersebut, SR diyakini mampu melahirkan generasi cerdas, tangguh, dan berdaya saing.
Optimisme itu disampaikan Kemensos saat menghadiri hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 6 Jember, Jumat (15/8).
Sekolah yang menempati eks gedung balai diklat Dispendik di Kecamatan Patrang itu menjadi salah satu pendidikan alternatif yang memberi kesempatan belajar lebih merata sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.
Direktur Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas Kemensos RI, M.O Royani menjelaskan, MPLS menjadi gerbang awal sebelum pembelajaran dimulai.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, MPLS di SR digelar selama dua pekan untuk memastikan siswa siap tinggal di sekolah dan asrama.
“Tujuannya sederhana, memastikan semua siswa betah dan mampu beradaptasi,” jelasnya.
Royani menambahkan, sistem pendidikan di SR memungkinkan anak-anak dari berbagai latar belakang bisa menempuh pendidikan setara.
“Kami mendapat laporan dari tim yang lebih dari dua minggu mendampingi persiapan di sini. Dukungan dari pemda, termasuk Dinas Sosial, sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Kemensos juga menegaskan bahwa keberadaan SR di Jember sejalan dengan harapan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Untuk itu, mari upayakan bersama agar SR Jember benar-benar menjadi satuan pendidikan yang diminati banyak orang,” tandas Royani.
Apresiasi ini menjadi motivasi bagi pengelola SRT untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Hingga pekan lalu, siswa yang terdaftar mencapai 95 orang, terdiri atas 44 siswa SD dan 51 siswa SMP.
Kuota total SRT 6 Jember sendiri 100 orang dengan empat rombongan belajar.
Sementara, itu Bupati Jember Muhammad Fawait juga langsung membuka MPLS SR Jember pada Jumat (15/8). (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh