Radar Jember – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, masyarakat Jember tak perlu khawatir mengenai ketersediaan LPG tiga kilogram alias gas melon.
Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Iqbal Wilda Fardana, memastikan bahwa pasoka gas melon bersubsidi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Sampai saat ini belum ada laporan kelangkaan LPG tiga kilogram yang kami terima,” ujar Iqbal.
Dia menyebut, pasokan LPG ke Jember tidak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya.
Alokasi LPG tahun sebelumnya mencapai 73, ribu metric ton.
Sementara pasokan tahun 2025 sekitar 70 ribu metric ton, relatif lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, kecukupannya memenuhi kebutuhan masyarakat dipastikan tidak akan menimbulkan masalah.
Iqbal juga memastikan bahwa sistem penyaluran LPG telah kembali seperti semula, setelah sempat terjadi perubahan yang menimbulkan gejolak di tingkat bawah.
“Presiden Prabowo Subianto telah menganulir sistem penyaluran sebelumnya dan dikembalikan lagi ke tingkat pengecer,” terangnya saat ditemui di DPRD Jember, 19 Mei lalu.
Meski alokasi untuk pengecer hanya 10 persen dari pangkalan, kondisi di lapangan masih terkendali.
Hingga kini, permintaan gas melon di Jember masih landai dan belum menunjukkan lonjakan.
Faktor cuaca juga memengaruhi konsumsi LPG, terutama oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada sektor makanan.
Turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir, kata dia, membuat aktivitas UMKM menurun, yang berdampak pada konsumsi gas.
“Pembeli malas keluar rumah saat hujan, otomatis penjualan makanan menurun,” jelas pria yang juga merupakan anggota DPRD Jember itu.
Dikatakan, tren konsumsi LPG tiga kilogram biasanya menurun saat musim hujan dan meningkat di musim kemarau.
Pada musim kemarau, selain UMKM, petani juga membutuhkan LPG untuk mengoperasikan pompa air.
Untuk alokasi Idul Fitri lalu, seluruh kuota telah terserap secara optimal.
Adapun menjelang Idul Adha ini, belum ada penambahan kuota yang diberikan.
“Penambahan bersifat kondisional, jika di lapangan ada keluhan masyarakat,” katanya.
Keluhan tersebut bisa berupa kelangkaan atau harga yang melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Jika ditemukan kondisi seperti itu, Hiswana Migas siap mengusulkan tambahan alokasi kepada Pemkab Jember maupun Pertamina.
Dengan kondisi stok yang aman, masyarakat diimbau tetap membeli LPG tiga kilogram sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. (sil)
Editor : Nur Hariri