Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bulan Ramadan Tempat Sing Song di Kabupaten Jember Pilih Tutup Sendiri

Radar Digital • Selasa, 4 Maret 2025 | 21:25 WIB

TAK LAYANI COSTUMER: Kondisi tempat hiburan karaoke di Jalan Gajah Mada, kemarin (3/3), selama bulan Ramadan. Belum ada pembatasan jam operasional hingga kemarin.
TAK LAYANI COSTUMER: Kondisi tempat hiburan karaoke di Jalan Gajah Mada, kemarin (3/3), selama bulan Ramadan. Belum ada pembatasan jam operasional hingga kemarin.
 

JEMBER LOR, Radar Jember – Puasa sudah memasuki hari ketiga, kemarin, tapi aturan tentang pembatasan jam operasional tempat hiburan hingga kini belum ada.

Walau begitu, banyak tempat karaoke memilih tutup sendiri.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin siang (3/3), dua tempat karaoke di Jalan Gajah Mada tutup. Kondisi itu berbeda dengan sebelum bulan puasa yang selalu buka.

Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Jember Herwindo Tri Rahadi mengatakan, penyampaian tentang jam operasional di sejumlah tempat hiburan malam hingga restoran dan warung belum ada.

"Ini terkait jam malam, tamu yang datang, apa yang disuguhkan, kemudian bagaimana kemasan warung dan restoran saat beroperasi di siang hari, itu belum diketahui. Karena belum ada edaran. Jadi, hanya menggunakan acuan tahun lalu. Sifatnya umum, sembari menunggu edaran yang baru," katanya.

Kebijakan yang diterapkan tahun sebelumnya membatasi jam operasional tempat hiburan malam sampai pukul 22.00 WIB.

Terdapat juga aturan yang melarang warung makan buka secara terang-terangan. Selain itu, karaoke juga dilarang sepenuhnya selama bulan Ramadan.

"Untuk warung tidak boleh terang-terangan bukanya. Harus ditutupi tirai. Ada juga pembatasan jam malam dan larangan menyalakan bunyi-bunyian terlalu keras. Sedangkan untuk tempat hiburan seperti karaoke tidak diperkenankan untuk dibuka kalau mengikuti aturan tahun lalu. Mungkin tahun ini juga tempat karaoke dilarang buka,” paparnya.

Herwindo menambahkan, terdapat belasan petugas Satpol PP yang disiagakan untuk berpatroli secara bergantian setiap hari selama Ramadan.

Sistem patroli juga dilakukan sebanyak tiga sif agar lebih optimal.

"Hanya 11 orang dibagi jadi tiga waktu. Per waktu atau sif itu empat orang. Memang sumber daya kami berkurang banyak, dampak dari dirumahkannya sejumlah pegawai," pungkasnya. (has/c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #karaoke