Perawat IGD adalah garda terdepan yang memikul tanggung jawab besar sebagai penyelamat nyawa pasien. Kecepatan, ketepatan, dan dedikasinya menjadi penentu antara hidup dan mati dalam situasi darurat.
Radar Jember,
Yulio Faruq Akhmadi
RUMAH Sakit Bina Sehat (RSBS) telah membangun jejaring internasional di bidang pengembangan skill para pegawainya. Livia Barawansyah adalah satu di antara sekian tenaga medis yang memulai karirnya sebagai perawat internasional di Arab Saudi.
Di negeri minyak itu dia bekerja selama 4 tahun, di dua rumah sakit yang berbeda. Diakuinya, banyak pengalaman berharga yang didapatkan. Kondisinya sangat berbeda dibandingkan saat bekerja di Indonesia saja.
Salah satu hal yang membuat Livia senang bekerja di Arab Saudi adalah gaji yang jauh lebih besar dibandingkan di Indonesia. Selain itu, dia juga senang karena berkesempatan untuk menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. "Kalau lagi musim haji, libur kerja, ya, langsung naik haji. Kapan lagi bisa seperti ini?" katanya sambil tersenyum.
Dia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk beribadah umrah. Sesuatu yang menurutnya menjadi berkah tersendiri dari kariernya di sana.
Dalam hal teknis, Livia mengungkapkan fasilitas dan alat medis di RS Alba Al Asr Medical Complex, tempatnya bekerja, begitu modern dengan standar internasional. "Alat-alatnya sangat proper, dan ilmu yang digunakan pun selalu update sesuai perkembangan dunia medis," jelasnya.
Dia juga belajar banyak dari rekan kerja internasional yang berasal dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Kuwait, dan Filipina. Bekerja di IGD memberikan tantangan tersendiri bagi Livia.
Sebab, dia harus menangani berbagai kasus darurat yang berbeda setiap harinya.
"Di IGD, kami harus benar-benar paham mana kasus yang membutuhkan tindakan segera. Setiap hari selalu ada hal baru yang harus dipelajari," ungkapnya.
Selain itu, kendala bahasa menjadi tantangan lain yang harus dihadapi. Meski sudah menguasai bahasa Inggris, ia tetap harus mempelajari bahasa Arab untuk berkomunikasi dengan pasien dan rekan kerja. "Awalnya sulit, tetapi dengan komunikasi rutin, bahasa Arab ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan," tuturnya.
Sebelum bekerja di Arab Saudi, Livia yang merupakan perawat di RS Bina Sehat Jember telah mengikuti berbagai pelatihan.
Mulai dari bahasa Inggris hingga level intermediate serta bahasa Arab percakapan sehari-hari.
Selain itu, Dia juga mendapat bimbingan dari mentor khusus yang mengajarkan istilah medis dalam bahasa Inggris.
Livia berpesan kepada para calon perawat yang ingin bekerja di luar negeri.
"Beranilah bermimpi, lakukan ikhtiar, dan jangan ragu untuk melangkah. Just go ahead and do it!" tutupnya. (c2/nur)
Editor : Radar Digital