Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banjir Bandang di Jember, Kayu Hutan Berserakan, Diduga Sisa-Sisa Pembalakan Liar

Radar Digital • Kamis, 26 Desember 2024 | 21:19 WIB

KAYU HUTAN BERSERAKAN: Lahan pertanian di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, tertutup dengan hamparan kayu hutan berukuran besar sejak Senin (23/12) hingga kemarin. (JUMAI/RJ)
KAYU HUTAN BERSERAKAN: Lahan pertanian di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, tertutup dengan hamparan kayu hutan berukuran besar sejak Senin (23/12) hingga kemarin. (JUMAI/RJ)
  

JAMBEARUM, Radar Jember – Intensitas curah hujan bisa dibilang sangat tinggi. hal itu mengakibatkan terjadinya bencana banjir bandang di tiga desa di Kecamatan Sumberjambe. Musibah yang terjadi Senin (23/12) itu, hingga kemarin (25/12) menyisakan banyak sampah. Termasuk kayu hutan yang berserakan.

Banjir bandang ini menghantam Desa Jembearum, Desa Rowosari, dan Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe. Ironisnya, banjir tidak hanya membawa lumpur dan sampah. Namun, banyak balok kayu hutan yang ikut hanyut. Kayu-kayu itu diduga sisa-sisa pembalakan liar.

Posisi tiga desa yang diterjang banjir yakni di lereng Gunung Raung. Bencana banjir bandang itu juga mengakibatkan satu rumah warga yang berada di pinggir sungai kecil hancur.

Bahkan, lahan pertanian yang ditanami padi tertutup hamparan kayu hutan berbagai jenis. Kayu hutan yang menutup lahan pertanian itu berbagai ukuran. Bukan hanya gelondongan kayu hutan, tapi juga kayu yang sudah diproses. Praktis, tanaman padi tertutup kayu hutan berukuran jumbo.

Samsul, warga setempat, menyebut, ratusan balok kayu hutan itu menutup sawah milik Usman, warga Desa Pringgondani, yang ditanami padi. “Sementara, lokasi sawah ini masuk Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe. Seluruh sawah yang ada tanaman padinya itu tertutup kayu hutan yang terbawa banjir bandang,” katanya.

Banyaknya balok kayu besar dari hutan itu menyumbat di bawah jembatan. Banjir dan lumpur yang membawa potongan kayu itu menyumbat hingga mengakibatkan lumpur meluber ke jalan aspal. Fasilitas seperti tempat mandi dan sumber air bersih rusak. Saluran air bersih di sekitar jembatan juga hancur. “Warga tidak menyangka akan terjadi banjir bandang yang membawa kayu hutan hingga ke lahan pertanian. Bahkan merusak beberapa dam dan fasilitas umum seperti tempat mandi dan sumber air bersih. Pipa air bersih yang dialirkan ke rumah-rumah warga itu hingga rusak,” katanya.

Warga berharap tidak ada banjir susulan. Selain itu, warga meminta agar ada normalisasi sungai dan penindakan dugaan pembalakan liar di dalam hutan. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #banjir bandang