Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

FAKTA TERBARU Kasus Pembunuhan Ayah di Jember, Ternyata Ini Informasi Soal Ruko Tragisnya

Radar Digital • Selasa, 5 November 2024 | 23:23 WIB

TERPASANG POLICE LINE: Anggota Polsek Sumbersari saat datang kelokasi ruko Baiti Jannati Residance, Jalan Koptu Berlian tempat korban dihabisi anaknya sendiri pada Sabtu (2/11) malam. (JUMAI/RJ)
TERPASANG POLICE LINE: Anggota Polsek Sumbersari saat datang kelokasi ruko Baiti Jannati Residance, Jalan Koptu Berlian tempat korban dihabisi anaknya sendiri pada Sabtu (2/11) malam. (JUMAI/RJ)
 

ANTIROGO, Radar Jember - Ruko Baiti Jannati Residence yang menjadi tempat tinggal Sutali, di Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan, RT 002 RW 012, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, ini awalnya adalah masjid atau musala. Namun, jarang orang yang salat di tempat ini, sehingga dibuatlah ruko.

Kacung, 40, Ketua RT 002, mengatakan, sebelum dibangun ruko memang di tempat itu berdiri bangunan masjid. Akan tetapi, tak berjalan lama, masjid dibongkar dan dibangun ruko tiga lantai. “Setelah jadi ruko, di bagian lantai bawah itu dijadikan tempat ternak ayam, karena tiga ruko yang belum jadi ini lantai tiga,” katanya.

Dikatakan, saat itu dibangun masjid/musala, warga memilih salat berjamaah di masjid yang sudah ada. Sementara, di lokasi tidak dipakai karena gelap. Di Perumahan Baiti Jannati ini memang lebih awal. Setelah itu, berkembangnya Perum Rengganis 2 dan Grand Kaliurang. “Pintu masuk ke Perumahan Baiti Jannati awalnya di sebelah barat. Namun, karena sempat diprotes, akhirnya pihak perumahan membuat pintu masuk di sisi timur,” kata Kacung kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi.

Korban tinggal di ruko itu tidak mengontrak. Dia hanya menempati, sekaligus menjaga bangunan di perumahan tersebut. Sebenarnya Sutali tinggal di Jalan Kaliurang RT 002 RW 007, Kelurahan Tegel Gede, Kecamatan Sumbersari, bersama anaknya. Namun, selama 1,5 tahun terakhir Sutali tinggal bersama Yana, 50, istrinya, di ruko perumahan itu.

Pascakejadian terbunuhnya korban oleh anak kandungnya, banyak orang luar masih penasaran dengan lokasinya. Terlihat juga masih banyak orang yang mendekat melihat ruko lokasi bapak yang dihabisi anak kandungnya itu.

Di lokasi itu, korban menjadikan bangunan ruko tempat untuk menyimpan tembakau. Bahkan di sisi barat ruko ada tempat tembakau yang terbuat dari bambu dengan atap terpal.  Minggu (3/11) sore, tembakau itu sudah dibawa pembelinya karena semuanya sudah laku terjual sebelum korban meninggal dunia.

Sementara itu, meski ruko ini besar, korban dan istrinya hanya tinggal di ruang tengah ruko dengan ukuran 6 x 6 meter. Hanya terpasang pintu harmonika dan ditutup dengan banner untuk tempat tidurnya. Sementara, barang milik korban, seperti sepeda motor Honda Supra X, hingga sekarang masih dititipkan di rumah ketua RW setempat.

Sementara itu, pengakuan warga setempat, sebelum korban ditemukan meninggal, sempat melihat anak korban, Sutikno, ke arah selatan di jalan tersebut. Pelaku mengendarai sepeda motor dan Sutikno duduk paling belakang. “Ada tiga orang yang naik sepeda motor, tetapi anaknya itu di belakang,” kata warga kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Senin (4/11).

Warga saat itu tak menyangka Sutikno akan menghabisi nyawa bapaknya. Warga baru tahu setelah ibu tirinya berteriak minta tolong. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#ayah #Jember #Pembunuhan