Mereka Bukan OPM
Kasus Penghadangan Karnaval di Kalisat
GLAGAHWERO, Radar Jember - Sejumlah siswa SMAN Kalisat asal Papua sempat dihadang saat karnaval oleh sekelompok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Senin (26/8).
Kasus ini sempat mengundang kehebohan dan sempat tersebar isu adanya gerakan dari anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Polisi pun turun tangan dalam insiden tersebut.
Pada detik-detik peserta karnaval akan diberangkatkan dari Stadion Singojoyo Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, tiba-tiba sejumlah mahasiswa Papua menghalangi siswa yang menampilkan defile Papua itu untuk mengikuti karnaval peringatan HUT RI.
“Paling ada 12 orang (mahasiswa, Red) dari Papua yang tiba-tiba datang terus menghadang anak-anak Papua,” ucap Sita, saksi mata di lokasi kejadian.
Di lokasi sempat terjadi cekcok. Namun, tak lama kemudian anggota Polsek Kalisat datang dan membawa mereka.
Langkah itu juga diambil oleh ketua panitia karnaval, Satriyo, yang ingin acara tetap berjalan kondusif.
Satriyo menduga mahasiswa tersebut merupakan anggota OPM yang menyusup masuk karena tak ingin juniornya mengikuti karnaval.
“Penyusup itu kalau kami lihat dari gelangnya merupakan anggota OPM,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi tidak membenarkan bahwa sekelompok AMP tersebut merupakan anggota OPM. Untuk itu, tidak ada tindakan penangkapan yang dilakukan.
“Mereka para mahasiswa asal Papua yang berada di Jember,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (27/8). Bayu juga menegaskan mereka bukan OPM.
Perihal insiden penghadangan, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya mediasi antara anggota AMP dengan panitia dan siswa Papua.
Mahasiswa tersebut yang merupakan senior para siswa Papua meminta agar selalu diberi tahu apabila melibatkan juniornya dalam setiap kegiatan.
“Sudah dimediasi di lapangan dan tidak ada masalah. Para senior AMP meminta apabila melibatkan para siswa dari Papua agar juga menginformasikan kepada seniornya,” terang mantan kapolres Pasuruan itu.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Jember Sugeng Trianto menyebut, kasus penghadangan siswa karnaval sudah dimediasi dan selesai.
“Alhamdulillah, sudah tidak ada masalah,” ucapnya. (sil/dhi/c2/nur)
Editor : Radar Digital