Radar Jember - Kota Jember memiliki sejarah yang kaya dan dinamis. Awalnya, Jember adalah bagian dari wilayah administrasi Bondowoso pada masa penjajahan Belanda.
Perubahan besar terjadi pada tahun 1928 ketika Gubernur Jenderal De Graff menandatangani keputusan untuk mengubah Jember dari sebuah distrik menjadi regentschap, atau kabupaten, yang kemudian berlaku mulai 1 Januari 1929.
Setelah resmi menjadi kabupaten, Jember dipimpin oleh bupati pertamanya, R.T. Ario Notohadinegoro, yang menjadi tokoh penting dalam sejarah kota ini.
Sebagai pusat perekonomian di Keresidenan Besuki, Jember dikenal dengan industri perkebunannya, terutama tembakau.
Pada masa kolonial, Jember menjadi pusat ekspor-impor hasil perkebunan yang sangat penting, menarik minat banyak pengusaha Eropa. Tercatat, pada tahun 1930, jumlah orang Eropa di Jember mencapai 2.548 jiwa yang tersebar di berbagai distrik.
Perusahaan-perusahaan besar Eropa juga ikut berkontribusi dalam pembangunan kota, seperti NV.
Landbouw Maatschappij Oud Djember, sebuah perusahaan perkebunan terkemuka yang memiliki pengaruh besar di wilayah ini.
Selain sebagai pusat ekonomi, Jember juga menjadi destinasi wisata populer bagi para pendatang Eropa selama masa kolonial.
Keindahan alamnya, mulai dari pantai hingga pegunungan, menjadi daya tarik utama.
Infrastruktur yang memadai, seperti penginapan dan akses transportasi, membuat Jember menjadi tempat liburan yang nyaman.
Gedung pertemuan dan pesanggrahan pun dibangun oleh orang-orang Eropa untuk menjadi tempat bersantai dan rekreasi.
Setelah Indonesia merdeka, Jember sempat memiliki status sebagai kota administratif sebelum akhirnya kembali menjadi bagian dari Kabupaten Jember pada tahun 2001.
Hari jadi Kabupaten Jember diperingati setiap 1 Januari, merayakan hari berdirinya regentschap Jember. Penduduknya terdiri dari berbagai suku, termasuk suku Jawa, Madura, serta kelompok etnis Pandhalungan yang merupakan campuran antara Jawa dan Madura.
Seiring berjalannya waktu, Jember terus berkembang, namun jejak sejarahnya sebagai pusat perkebunan dan destinasi wisata kolonial masih terasa hingga kini.
Peninggalan-peninggalan dari masa lalu tetap menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang kota ini, mulai dari zaman kolonial Belanda hingga kemerdekaan.
Identitas kota ini pun dibentuk oleh perpaduan antara sejarah, budaya, dan ekonomi yang dinamis, menjadikan Jember sebagai salah satu kota penting di Jawa Timur.
Editor : Radar Digital