Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fokus Produk, Tolak Endorse Politik, Yuk Kenalan Sama influencer Cantik dari Jember Ini

Radar Digital • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:29 WIB
TERUS BERKARYA: Mirza Magfira merupakan salah satu influencer yang didukung oleh orang tuanya. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
TERUS BERKARYA: Mirza Magfira merupakan salah satu influencer yang didukung oleh orang tuanya. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

PAKUSARI, Radar Jember - Menjadi influencer tidak semudah yang dipikirkan. Mereka yang terjun di dunia ini dituntut terus mencari ide kreatif untuk ditampilkan di media sosialnya. Salah satu kuncinya adalah konsisten membuat konten.

Dalam memproduksi konten, dibutuhkan mood yang baik. Demi karya yang menarik minat khalayak untuk melihat, bahkan tertarik untuk endorse produk tertentu.

Mirza Magfira, 24, warga Desa/Kecamatan Pakusari, menjadi salah satu perempuan yang terjun ke dunia ini. Dia menjadi influencer mandiri sejak tahun 2017. Awalnya, sekadar kegemaran mengabadikan momen dengan foto, hingga ada seseorang yang mengajaknya untuk mempromosikan produk tertentu. “Awalnya bantuin aja. Lama-lama banyak olshop (online shop, Red) yang nawarin endorse. Ya, udah akhirnya terjun ke dunia influencer,” katanya.

Alumni D-3 Prodi Usaha Perjalanan Wisata Universitas Jember ini membuat konten di media sosialnya dilakukan secara mandiri. Termasuk menentukan ide konten, produksi (take video sekaligus talent), hingga proses editing dan mengunggahnya ke medsos.

Tak hanya sendiri, kadang dia juga meminta bantuan orang tuanya. “Alhamdulillah orang tua saya support banget. Misalnya, saya butuh alat apa gitu, ya, mereka belikan,” ucapnya.

Perempuan yang sempat mengenyam pendidikan di S-1 Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta ini juga menyebut, berkat ketekunannya dalam membuat konten, banyak endorse yang mulai datang kepadanya. Awalnya dia kaget, karena pembuatan konten pribadi berbeda dengan konten endorsement pesanan orang.

Menurutnya, jika foto pribadi menunggu mood yang baik, maka foto endorsement harus berpacu dengan deadline, sehingga dia terus berusaha mempertahankan mood-nya. “Kalau hasilnya jelek, nanti atur jadwal lagi untuk pengambilan gambar. Makan waktu lebih banyak akhirnya,” imbuhnya.

Dia pun pernah merasa kesulitan dan ingin berhenti, karena mengalami kendala dalam pembuatan konten. Misalnya, hasil yang dianggap kurang maksimal, hingga properti yang digunakan rusak. Namun, karena dia melakukannya dengan senang hati, keinginan untuk berhenti akhirnya sirna.

Influencer yang fokus dalam bidang produk kosmetik dan fashion ini juga mengatakan, hampir setiap bulan menerima permintaan dari pelanggan. Untuk memberikan yang terbaik, menurutnya, kunci utamanya adalah konsisten. Namun, jika permintaan tidak sesuai dengan keahliannya, misalnya politik, dia terpaksa harus menolak. “Dari mana-mana yang pesan, kebanyakan dari luar daerah,” ujarnya.

Meski sudah mendapatkan penghasilan dari kegiatannya, Mirza mengaku masih ingin melakukan pencapaian lebih dengan melanjutkan studinya di Universitas Udayana, Bali. Dia ingin menjadi dosen, tanpa meninggalkan aktivitas yang dilakukan saat ini. “Harusnya tetap bisa, sambil ngonten sih,” pungkasnya sembari tersenyum. (ham/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Influencer