KALIWATES, Radar Jember - Balai Serbaguna Kaliwates berubah menjadi taman bunga penuh warna, kemarin. Sebab, di lokasi ada ribuan tanaman anggrek berbagai jenis. Festival yang berlangsung selama 7 hari hingga 11 Agustus mendatang itu pun masih menyedot perhatian banyak orang.
Salah satu pemilik bunga anggrek, Ruly Aisyah, warga Jember, menyampaikan, setiap harinya dia menjual anggrek di sekitar Jalan Nias, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Di lokasi, menurutnya, ada kunjungan siswa SMP, lomba menggambar, dan tak sedikit yang membeli anggreknya. “Alhamdulillah, pengunjungnya cukup ramai,” katanya.
Ruly menjelaskan, budi daya bunga anggrek memiliki potensi bisnis yang besar. Apalagi, harga anggrek bisa melambung hingga mencapai puluhan juta rupiah. Menurutnya, dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan mendalam untuk menghasilkan tanaman yang memiliki nilai jual. “Jenis anggrek yang mahal salah satunya anggrek besi. Harganya bisa mencapai Rp 30-an juta. Anggrek itu juga dipamerkan di festival ini,” jelas wanita pemilik Toko Bunga Orchid Blossom itu.
Tinggi atau rendahnya harga anggrek dapat ditentukan melalui beberapa faktor. Mulai dari jenis, spesies, hingga grade-nya. Apabila bunga anggrek berasal dari spesies yang langka, harganya akan tinggi. Sementara itu, grade anggrek dapat dilihat dari kualitas daun dan bunganya. Bunga anggrek dapat dikatakan memiliki grade A apabila memiliki daun yang sehat dan lebar, serta bunga yang lebat. “Anggrek spesies dari Papua biasanya yang langka dan mahal,” pungkasnya.
Selama sekitar dua tahunan menjual anggrek, Ruly mengaku telah mendapatkan omzet yang stabil setiap bulannya. Setiap minggu pasti ada pelanggan yang mengunjungi tokonya untuk mencari tanaman hias jenis anggrek. Tingginya minat warga Jember untuk menanam anggrek disinyalir karena cuacanya yang cukup sejuk, sehingga anggrek bisa berbunga dengan baik. “Karena baru dua tahun buka, jadi omzetnya sekitar Rp 5 jutaan per bulan,” sebutnya.
Ruly memberikan tips dan saran bagi para pemula yang ingin memulai menanam anggrek di rumah. Dia menyarankan agar anggrek tidak disiram setiap hari. Cukup 3–4 kali seminggu. Sementara, pemberian insektisida dan fungisida harus secara rutin, minimal seminggu sekali. Selain itu, pemupukan juga tak boleh dilupakan. “Tanpa perawatan seperti itu, anggrek mungkin sulit untuk berbunga,” tutupnya. (yul/c2/nur)
Editor : Radar Digital