radarjember.id - Pria itu menghela nafas panjang sesaat setelah menjadi korban kecalakaan lalu lintas.
Penumpang mobil Kijang Innova bernopol P1513HI yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Sadengan, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru dini hari kemarin (10/5) rupanya Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya Pradana. Beruntung, Sanda dan stafnya serta sopir yang berada di mobil travel tersebut selamat.
Sanda menceritakan, pada malam itu baru landing dari tugas dinas di Jakarta. Bersama satu stafnya menyewa mobil travel. Sebelum kejadian naas itu, sempat beristirahat di SPBU Banyuputih Lumajang dan membeli cilok.
Sejak naik dari Bandara Djuanda, Sanda duduk di kursi depan. Namun, merasa posisi tidak enak akhirnya pindah di bangku tengah sebelah kiri.
Sampai di pertigaan Batu Urip, paparnya, dia melihat bus berhenti menurunkan penumpang.
Penumpang yang baru turun itu menyebrang dan mengejutkan sopir truk cabe yang melaju kencang dari arah timur. "Sopir truk berusaha membanting haluan kendaraan ke kanan, daei arah barat melaju mobil elf kuning dan terjadilah adu banteng," jelasnya.
Setelah saling bertabrakan, truk terguling dan mobil elf berputar melintang hingga ke tengah jalan. Mobil yang ditumpangi Sanda hanya berjarak 10 sampai 20 meter saja di belakang elf.
Praktis hal itu membuat mobil Kijang Inova itu ikut tertabrak dan ringsek di bagian depannya. "Alhamdulillah Tuhan masih sayang sama saya, terutama mobil yang saya tumpangi semua di dalamnya selamat," ucapnya.
Kondisi mobil ringsek di bagian depan dan kaca sebelah kiri. Tak ada luka berat, Sanda hanya memar-memar karena terbentur pintu. Hanya sedikit shock karena menyaksikan kejadian di depan mata yang juga mengakibatkan sejumlaj korban meninggal dunia.
Karin, dia langsung bisa ngantor. Beberapa jam pasca kecelakaan itu, dia dijemput oleh travel. Dia mengaku kondisi fisiknya dalam keadaan sehat.
Atas kejadian itu, dia mengatakan tidak akan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pimpinan Bawaslu. Sebab, tidak mengalami luka dan tetap bisa menjalankan tugas kedinasan. "Tapi yang menjadi perhatian bahwa berkendara di kegiatan uang menghabiskan waktu sampai malam kalau bisa disiapkan driver khusus," ungkapnya.
Editor : Radar Digital