Maju Mundur Pemugaran Alun-Alun Jember
Jangan Ulangi Kegagalan yang Sama
Tahun lalu, Pemkab Jember sempat mengalokasikan dana Rp 7,3 miliar demi membuat wajah Alun-Alun Jember tampil bersolek.
Namun, karena suatu kendala rencana itu urung.
Tahun ini, wacana itu kembali mengemuka dengan dana sebesar Rp 26 miliar.
Publik tentu menanti keseriusan pemerintah, apakah terealisasi atau gagal lagi?
MAULANA, Radar Jember
ALUN-ALUN Jember menjadi salah satu ikon di Kota Suwar-Suwir. Lokasinya yang persis di jantung kota dan didukung dengan berbagai fasilitas yang ada membuat ruang terbuka hijau ini hampir tak pernah sepi pengunjung.
Bahkan beberapa event atau hajatan akbar pemerintah kerap dilangsungkan di tempat ini.
Masifnya kegiatan di Alun-Alun sepintas membawa efek positif, terutama bagi perputaran ekonomi. Di sisi lain, padatnya kegiatan membuat beberapa fasilitas alun-alun menjadi kurang terawat dan rusak.
Selain itu, PKL yang sering kali melapak di sekitarnya dalam beberapa kesempatan event akbar membawa kesan kumuh di alun-alun dan kurang estetis karena lemahnya penataan.
Beragam hal yang menyelimuti wajah Alun-Alun Jember itu sepertinya menginisiasi pemerintah daerah berencana melakukan pemugaran.
Demi tampil menawan, tahun lalu pemerintah daerah mengalokasikan anggaran cukup lega untuk memoles wajah alun-alun.
Nilainya cukup fantastis, mencapai Rp 7,3 miliar, menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Jember Tahun 2023.
Rencana itu dikomando Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Kabupaten Jember selaku OPD pengampu. Namun, menjelang berakhirnya tahun 2023, tender renovasi alun-alun rupanya gagal.
Kepala DPRKPCK Jember Rahman Anda, saat itu, sempat menguraikan inisiatif pemugaran alun-alun sudah direncanakan sejak setahun sebelumnya, 2022. Saat itu dia juga menyebut, pekerjaan renovasi Alun-Alun Jember, belum bisa dimulai.
Meski pemerintah daerah sempat menutupnya dan merelokasi PKL ke Jalan RA Kartini, pada 25 Mei 2023.
"Karena masih tahapan review hasil pemilihan penyedia, jadi dimulainya pekerjaan menunggu hasil pemilihan penyedia yang nanti berkontrak," ungkapnya, saat itu (27/5/2023).
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, kegagalan tender itu lantaran PT Pratama Berlian Putra, perusahaan konstruksi asal Jalan Garuda Nomor 29, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, selaku rekanan pemenang, tak mampu memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang diberlakukan.
Meski sempat dilakukan tender ulang, ternyata hingga memasuki awal tahun 2023 tak kunjung ada pemenang tender yang bertanda tangan kontrak.
Bahkan PKL di alun-alun saat itu sempat diboyong ke Jalan RA Kartini, untuk rencana renovasi alun-alun.
Namun, ternyata alun-alun batal dipugar.(c2/nur)
Editor : Radar Digital