Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menguak Sejarah dalam Film Eksil, Ketika Komunitas Sudut Kalisat Jember Sukses Putar Sejarah

Radar Digital • Kamis, 29 Februari 2024 | 04:05 WIB
ANTUSIAS: Penonton film dokumenter Eksil mengambil tiket di Cinepolis Lippo Plaza Jember.(MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)
ANTUSIAS: Penonton film dokumenter Eksil mengambil tiket di Cinepolis Lippo Plaza Jember.(MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)

Film dokumenter Eksil sempat ditayangkan di Jember dan ditonton oleh banyak orang dalam waktu bersamaan.

Banyak anak muda yang tercengang, karena banyak hal yang tidak diketahui tentang sejarah selama ini.

MEGA SILVIA, KALIWATES - Radar Jember

DI beberapa daerah, penayangan film Eksil terpaksa dibatalkan sepihak karena ada larangan. Nah, di Jember, film ini sempat diputar di bioskop Cinepolis Lippo Plaza Jember.

Ada 420 penonton yang menyaksikan film di tiga studio berbeda.

Banyak di antara penonton adalah mahasiswa dan pelajar SMA.

Bahkan ada yang datang langsung dari kabupaten tetangga seperti Lumajang dan Bondowoso.

Beberapa saat setelah film diputar, isak tangis dan air mata mewarnai ruangan bioskop sepanjang film diputar.

Anggota Komunitas Sudut Kalisat (SK), Zuhana, menyebutkan, penayangan film Eksil atau film dokumenter itu penting untuk ditonton.

Khususnya bagi generasi muda di Jember, untuk investasi sosial.

“Sebagai gambaran sejarah masa lalu yang kini tidak ada di pelajaran sekolah,” terangnya.

Menurutnya, cerita yang ada di dalam film yang disutradarai oleh Lola Amaria itu tidak populer.

Tidak ada di dalam pelajaran sekolah.

Cerita sejarah yang tertulis dalam pelajaran sampai saat ini tidak menjelaskan secara tepat tentang fakta masa lalu.

Sehingga, anak muda dibebani ketakutan yang membuatnya tidak memiliki keberanian mempelajari sejarah masa lalu.

“Menulis masa lalu dengan benar adalah kunci untuk menjalani hari ini dan masa depan,” ungkap Hana.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember, Syahrin Shafa, menuturkan, film Eksil menjadi momen penyadaran yang bagus untuk masyarakat.

Menurutnya, film yang menceritakan para eksil di berbagai negara tersebut berhasil memotret sejarah dari sudut pandang yang lain.

Gak ada ingatan sejarah soal pembantaian dan de-soekarnoisasi di Indonesia, karena kita selalu dikasih informasi yang sepotong dan banyak kenyataan sejarah yang hilang,” jelasnya.

Sementara itu, jurnalis di Jember, Andi Saputra, mengaku sangat emosional setelah menonton film Eksil.

Dia menegaskan, film tersebut penting untuk ditonton bagi siapa saja yang menginginkan keterangan yang terang tentang sejarah masa lalu.

“Film itu cukup memberikan perspektif baru tentang masa lalu. Anak-anak muda saya rekomendasikan menonton (Eksil, Red), karena bangsa yang besar tidak melupakan sejarahnya,” ucapnya. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Film #Jadwal Film #sejarah