TEMBOKREJO, RADARJEMBER.ID - Kebakaran hebat menyasar area lahan di lereng Gunung Besek atau Gunung Tembok, di Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas, pada Jumat malam (22/12) sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran diketahui warga pada pukul 19.00. Menyasar lahan seluas sekitar 1 hektare di sisi barat lereng Gunung Besek. Dugaan sementara, kebakaran itu memang disengaja untuk pembukaan lahan baru persiapan memasuki masa tanam di musim penghujan.
Muspika setempat bersama warga sempat berupaya melakukan pemadaman. Namun sulitnya medan membuat si jago merah baru bisa dijinakkan sekitar 2 jam kemudian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Widodo Julianto mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi di sebuah lahan milik Jumini, warga di Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas. "Informasi dari lapangan, sekitar pukul 21.00 itu sudah dilakukan pemadaman, meski masih ada sedikit kecil-kecil, dan dilaporkan sebelum jam 22.00 sudah aman," katanya, saat dikonfirmasi Sabtu siang (23/12).
BPBD Jember hingga Sabtu siang (23/12) belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut karena masih proses penyelidikan. Namun dari informasi yang diperoleh BPBD, ada dugaan kebakaran dipicu dari puntung rokok yang sengaja dibuang di sekitar lokasi/titik kebakaran. "Belum ada kejelasan yang pasti karena memang masih proses penyelidikan," katanya.
Beruntung insiden itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, Widodo memastikan pihaknya tengah melakukan assessment untuk memperoleh informasi utuh atas insiden tersebut. "Kami juga menyampaikan, situasi hari ini kita sedang menghadapi kondisi bencana hidrometeorologi, dan terjadinya suhu panas, dan dampak el nino yang berkepanjangan," katanya.
Widodo juga meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Karena menurutnya, meski menjelang musim hujan, suhu panas dan kekeringan masih ada, terutama di daerah selatan Jember. "Karena itu kami juga meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tidak pada tempatnya dan tidak membuka lahan dengan cara membakar," pintanya. (mau/bud)
Editor : Radar Digital