PUGER WETAN, Radar Jember - Petik laut merupakan tradisi yang tidak pernah terlewatkan bagi masyarakat pesisir di Jember. Seperti di Kecamatan Ambulu, Wuluhan, Puger, dan Kencong. Saat memasuki tahun baru Islam atau yang disebut suroan, acara itu dilakukan. Bahkan, gelombang tinggi atau ombak besar juga tidak menyurutkan nelayan pergi ke tengah laut untuk melakukan larung sesaji, kemarin (6/8).
Tradisi petik laut merupakan bentuk rasa syukur para nelayan kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki dari laut. Sementara, larung sesaji adalah bagian akhir dari serangkaian acara petik laut. Sebelumnya, Rabu (2/8), petik laut larung sesaji yang dilaksanakan oleh Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Sementara, kemarin (6/8), giliran warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, yang mengelar petik laut disertai larung sesaji.
Iring-iringan sesaji dimulai dari Balai Desa Puger Wetan hingga ke halaman Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Perangkat desa, muspika, dan lembaga pendidikan ikut iring-iringan mengantar sesaji yang akan dilarung ke tengah laut.
Sesaji dimasukkan ke dalam miniatur jukung. Sesampainya di sekitar TPI, sesaji yang sudah siap itu dinaikkan ke atas perahu besar. Dalam acara tersebut, banyak nelayan yang libur melaut, karena ikut mengantar dan mengikuti sesaji yang siap dilarung ke tengah laut. Bahkan terlihat juga kapal dan perahu karet milik Satpolair Polres Jember di Puger yang ikut mengantar.
Namun, saat memasuki Plawangan yang dikenal angker, karena ombak besar, tidak membuat nelayan yang mengantar larung sesaji ciut nyali. Sementara, saat di tengah laut gelombang tinggi juga masih mengintai. Hal itu tidak menyurutkan antusiasme masyarakat.
Perahu-perahu yang ikut larung sesaji itu pun ikut berputar-putar. Namun, saat sesaji telah dilarung ke laut, beberapa nelayan bersama jukungnya siap berebut. Beberapa nelayan yang kebanyakan anak muda langsung terjun ke laut untuk meraih miniatur yang berisi sesaji. Baru setelah berhasil meraihnya, mereka langsung kembali pulang.
AKP Hari Pamuji Kasatpolair Polres Jember di Puger mengatakan, pihaknya terus melakukan pengamanan saat petik laut yang kedua kalinya di Kecamatan Puger tersebut. “Kebetulan saat larung sesaji, ombaknya cukup besar. Proses larung sangat aman, karena baik perahu yang membawa sesaji maupun nelayan yang ikut ke tengah juga selamat. Pihaknya juga mengimbau kepada nelayan yang saat ini pergi melaut untuk lebih hati-hati. Karena ombak di Samudra Hindia masih cukup besar. (jum/c2/dwi)
Editor : Safitri