JEMBER, RADARJEMBER.ID - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut. Terhitung TMMD yang berlangsung di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, sudah memasuki hari ketujuh sejak pertama kali dibuka pada 13 Juli lalu. Berjalan tepat seminggu, sudah berbagai kegiatan yang beresensi membangun desa.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Firjaun Barlaman serta Dandim 0824 Jember Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso meninjau langsung kegiatan TMMD hari ketujuh di Dusun Mojan, Desa Klungkung, kemarin (18/7).
Tak hanya pembangunan infrastruktur, namun problem sosial seperti kesehatan, kemiskinan, juga rumah tak layak huni (RTLH) menjadi prioritas kegiatan tersebut.
Menurut Wabup Firjaun, kali ini program manunggal TNI bersama masyarakat fokus menggelar program kesehatan gratis.
Tak hanya itu, bantuan untuk duafa juga diberikan secara langsung untuk melengkapi program pembangunan masyarakat desa. “Saat ini melalui TMMD para anggota TNI juga sedang mengerjakan 20 rumah program RTLH,” terang Wabup Firjaun.
Menurutnya, program TMMD itu sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti sembako atau RTLH.
Sebab, dalam program itu para anggota TNI bersama Pemkab Jember langsung terjun ke lapangan untuk melihat perkembangan yang ada di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, pada momen yang sama para anggota TNI juga telah melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan. Pembangunan itu menjadi sasaran fisik TMMD ke-117 Kodim 0824 Jember di Desa Klungkung.
Bersama dengan tim teknis dari DPU Bina Marga Jember, rencananya jembatan tersebut akan mampu dibebani sekitar 10 ton dengan konstruksi pelat beton setebal 30 sentimeter dan fondasi penahan yang kokoh.
Menyikapi hal tersebut, Rahmat Cahyo Dinarso menuturkan bahwa kegiatan pembangunan oleh pasukan TMMD itu memang diharapkan dibuat dengan hasil yang kuat dan kokoh.
Dengan demikian, benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat. “Tidak hanya jembatan, sasaran fisik lain juga terus dimonitor dan dikendalikan.” pungkasnya. (qal/c2/bud)
Editor : Maulana Ijal