BACA JUGA : Baso Amir Terpaksa Dipecat Sebagai Anggota Polisi Terlibat Narkoba
Menurutnya, Dishub kini masih merencanakan rekayasa lalin dengan beberapa instansi terkait, seperti pihak kepolisian. Bahkan, beberapa hari terakhir, pihaknya sedang melakukan survei dan kajian terkait perubahan arus lalin untuk bulan Ramadan mendatang.
Meski rencana rekayasa yang akan dibuat belum final, tetapi sudah ada beberapa titik yang akan menjadi fokus dalam rekayasa lalin. Agus menyebut, rencananya akan ada rekayasa lalin dari arah Jalan Sultan Agung menuju Jalan Samanhudi.
Nantinya, kendaraan dari Jalan Sultan Agung bisa masuk ke arah Jalan Samanhudi. Sementara, untuk wilayah alun-alun akan mengikuti. “Artinya, volume kendaraan sudah ada pengurangan karena dari Jalan Sultan Agung sudah ada kendaraan yang mengarah ke Pasar Tanjung,” jelasnya.
Nantinya juga akan ada perubahan desain parkir di daerah Jalan Jawa. Mengingat, badan jalan di Jalan Jawa cukup sempit. Sementara, volume kendaraan dan para pedagang cukup padat.
Sedangkan, di Jalan Kalimantan nantinya juga disesuaikan. Agus menambahkan, Dishub bakal fokus di Jalan Jawa terlebih dahulu. “Kami mengambil titik porosnya dahulu, karena di Jalan Jawa badan jalanya kecil, sedangkan Kalimantan lebih lebar,” imbuhnya.
Nantinya, dalam satu hingga dua hari pertama bulan puasa akan dilakukan penyesuaian terlebih dulu. Setelah itu, mulai menginjak pekan kedua, masyarakat akan menyesuaikan. “Insyaallah kita dalam waktu dekat sudah akan mengubah rekayasa lalin,” ucapnya.
Dia menambahkan, untuk sementara ini Dishub masih mengatur rekayasa lalin di wilayah kota. Sebab, ada sejumlah alasan yang mendasari pengaturan di wilayah kota. Seperti perencanaan pembangunan trotoar, pusat alun-alun yang diprediksi bakal ramai, dan pasar Ramadan. “Jadi, ini masih belum final. Nantinya akan ada pematangan perencanaan lagi,” pungkasnya. (cad/c2/bud)
Editor : Safitri