BACA JUGA : Menteri PUPR Diperintah Jokowi Tinjau Langsung Dampak Gempa di Cianjur
Kepala DLH Jember Sugiyarto menyebut, sedikitnya ada 34 truk yang sudah waktunya diremajakan. Pihaknya mengumpulkan truk sampah beserta sopirnya ke kantor DLH Jember, Minggu, 20 November kemarin. "Kondisi truk kami ada beberapa yang harus dicat, dilas ulang baknya, ganti ban, dan lain-lain. Kami pilah-pilih dan tidak seketika semuanya diperbaiki," katanya.
Dari total 34 unit, ada 6 unit yang masuk peremajaan untuk diperbaiki. Truk-truk yang masuk perawatan untuk sementara waktu bakal absen beroperasi dan digantikan truk cadangan. "Ada sekitar enam truk yang masuk perbaikan, nanti gantian berikutnya. Sementara dioperasikan satu unit armada cadangan kami," bebernya.
Selain dikumpulkan untuk dilakukan peremajaan, para sopir truk pengangkut sampah saat itu juga mengambil jatah ongkos bahan bakar. Jatah solar untuk para sopir truk itu bergantung panjang trayek. "Sistemnya sekarang tidak pakai kupon. Tapi, uang ganti. Jadi, teman-teman sopir truk sampah itu beli solar di mana saja sesuai lokasi trayeknya. Nanti, diganti dengan bukti struk pembelian BBM-nya," imbuhnya.
Mantan sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember itu menambahkan, kebutuhan ongkos bahan bakar 34 truk pengangkut sampah dalam sepekan mencapai Rp 23 juta. Selama sebulan terhitung sekitar Rp 93 juta atau setara sekitar 20 ribu liter solar. "Ongkos solar bisa dicairkan per pekan," pungkasnya. (mau/c2/dwi) Editor : Safitri