BACA JUGA : Tanah Negara Diperebutkan Investor, Pesisir Sudah Penuh Kaplingan
Nobar itu akan dilaksanakan pada 20 November hingga 18 Desember di Alun-Alun Jember. Bupati Hendy menyampaikan, acara nobar adalah salah satu bentuk kepeduliannya terhadap dunia sepak bola. Pascatragedi Stadion Kanjuruhan yang menjadi pelajaran penting untuk dunia persepakbolaan. "Dalam nobar besok ini, yang paling penting adalah semangat untuk mendukung dunia persepakbolaan, baik di dalam negeri maupun dunia," ucapnya.
Bupati mengatakan, sebelum nobar dimulai, akan digelar doa bersama untuk mereka yang telah gugur dalam tragedi Kanjuruhan. Adanya tragedi tersebut harus ambil sisi positifnya untuk memperbaiki persepakbolaan agar lebih baik lagi. "Semua ada berkahnya dari kejadian Kanjuruhan," tutur Bupati Hendy.
Menata kembali persepakbolaan tidak hanya di Indonesia. Di Jember juga harus diperbaiki. Mulai dari atlet, manajemen, hingga semua yang terlibat. "Harus kita tata bersama," ungkapnya.
Menurutnya, bola merupakan salah satu industri yang sangat luar biasa. Di dalam dunia persepakbolaan ada hobi, ada sehat, juga ada ekonomi. "Dan saat ini, kami Pemkab Jember packaging bersama melalui nobar Piala Dunia di Alun-Alun Jember tercinta ini," jelasnya.
Bupati Hendy mengajak seluruh masyarakat Jember datang meramaikan Alun-Alun Jember untuk nobar Piala Dunia. Pemkab Jember telah menyediakan layar LED berukuran 7x12 meter dengan sound sistem terbaik. "Kami sediakan fasilitas yang luar biasa. Daripada nonton di rumah, mending di alun-alun saja," pungkasnya. (mg3/c2/dwi) Editor : Safitri