BACA JUGA : Pentingnya Menjaga Etika di Dunia Maya
Sejak terjadinya longsor, warga desa masih mengalami trauma bila tiba-tiba ada longsor susulan. Mengingat, di wilayah tersebut rawan terjadi longsor bila turun hujan dengan durasi yang lama.
Pemeriksaan dari tim Puskesmas Sumberbaru pun dilakukan kepada korban longsor. Beberapa gejala dari warga disampaikan kepada tenaga kesehatan yang datang. Mulai dari pusing, batuk, hingga flu.
“Setelah dicek kesehatannya oleh nakes, banyak warga yang tekanan darahnya tinggi. Ya, mungkin mereka stres setelah terjadi longsor dan rumahnya ikut terdampak. Selain itu, mulai terserang batuk dan influenza karena hujan ini,” ujar Ivan Ardiansyah Halim, dokter Puskesmas Sumberbaru.
Penyakit itu juga menyerang anak-anak maupun balita. Kebanyakan mereka juga batuk dan flu. “Tetapi, belum ada yang diare. Memang kondisi hujan yang terus-menerus ini juga berpengaruh pada kondisi kesehatan warga saat terjadi longsor,” imbuhnya.
Lebih lanjut, menurut Ivan, setelah terjadinya longsoran, ada kiriman air bersih dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara itu, di sisi lain, Marsuto, Kepala Desa (Kades) Jambesari, mengimbau kepada warganya agar tetap waspada. Bila terjadi hujan dengan intensitas cukup lama, bisa berakibat adanya longsor susulan. (jum/c2/bud) Editor : Safitri