BACA JUGA : Truk Celaka di Tanjakan, Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Jember Macet
Bagi kebanyakan wisatawan yang pernah berkunjung ke Jember, Papuma adalah primadona destinasi. Banyak yang kagum dengan keindahan gradasi warna bentang alam kawasan Pantai Papuma. Ditambah dengan banyaknya batu karang yang berada di tengah Pantai Papuma.
Kendati memuji, di sisi lain para wisatawan juga mengeluhkan soal harga tiket. Banyak yang merasa keberatan dengan harga tiket masuk Pantai Papuma. Sebab, pihak pengelola membanderol tiket masuk Rp 20 ribu setiap orang. Itu pun bukan termasuk wahana yang disuguhkan di dalamnya.
Nominal tiket yang mahalnya dianggap tidak ketulungan, karena jauh lebih besar dibandingkan tarif ke pantai pada umumnya di Indonesia. “Kalau tidak kepingin, saya tidak akan masuk ke Papuma, tiketnya kemahalan,” jelas Anton Nugroho, salah seorang wisatawan lokal asal Kecamatan Bangsalsari.
Mengetahui hal tersebut, Site Manager Wisata Tanjung Papuma, Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ekowisata Jawa Timur, Koako Fitriyanto membenarkan hal tersebut. Harga tiket masuk Wisata Tanjung Papuma Rp 20 ribu untuk satu orang. “Di Papuma juga ada spot seperti Sitinggil dan kendaraan ATV yang itu juga ada tarifnya sendiri,” jelasnya.
Tak hanya itu, Fitriyanto juga menjelaskan, adanya tarif parkir di dalam Papuma pihaknya menyebut tidak ada kaitannya dengan pengelola. Tarif tersebut adalah hasil mediasi dengan warga sekitar mengenai parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Hal itu dilakukan agar tidak ada insiden buruk kepada pengunjung.
Untuk itu, ke depannya pihak pengelola wisata Papuma bersama dengan Pemkab Jember untuk penyatuan tiket masuk dengan kawasan wisata milik Jember, Pantai Watu Ulo dan Payangan. Lantaran ketiga pantai tersebut berada di posisi satu deret berdampingan.
Perlu diketahui, Pantai Papuma Jember berada di bawah naungan Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ekowisata yang berkantor pusat di Surabaya. Status pengelolaannya secara mandiri dengan orientasi bisnis atau mencari keuntungan. “Beda dengan wisata rintisan yang baru ditemukan, misal air terjun yang baru dikenal itu dikelola dulu sama KPH Perhutani,” pungkasnya. (mg6/c2/bud) Editor : Safitri