Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hutan Cadangan Ketajek Panti Gundul, Potensi Longsor dan Banjir Bandang

Safitri • Kamis, 22 September 2022 | 19:59 WIB
DITEBANG: Sejumlah pohon di hutan cadangan Ketajek dalam kondisi roboh bekas penebangan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
DITEBANG: Sejumlah pohon di hutan cadangan Ketajek dalam kondisi roboh bekas penebangan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
PAKIS, Radar Jember - Hutan cadangan Ketajek di bawah pengelolaan Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera yang berada di Desa Pakis, Kecamatan Panti, ditemukan dalam kondisi telah ditebang, belum lama ini. Pihak koperasi yang mengelola hutan tersebut belum mengetahui oknum yang melakukan penebangan. Namun, pihak koperasi menilai hal itu tidak ada koordinasi dan di luar anggota koperasi.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Sejak awal, hutan beserta lahan yang dikelola oleh Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera di Desa Pakis dan sekitarnya tercatat besaran tanah seluas 447 hektare yang dibagi kepada 668 orang anggota koperasi. Hal itu berdasarkan SK Bupati Jember tentang penghapusan dan pelepasan tanah Ketajek kepada warga melalui koperasi Ketajek Makmur. Namun, dari 447 hektare tersebut, terdapat hutan cadangan yang tidak dibagi kepada masyarakat. Beberapa hari terakhir diketahui hutan cadangan tersebut dalam kondisi tertebang.

Ketua Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera Sirod mengatakan, dirinya telah melihat langsung lokasi hutan cadangan Ketajek tersebut setelah mendapat laporan dari anggota koperasi. Saat ditinjau ke lokasi, dia mendapati pepohonan telah roboh bekas ditebang. "Di sana kami juga temukan patok atau pembatas yang sudah terbagi-bagi per kotaknya. Setelah itu, saya cabut lagi patok tersebut," katanya.

Pihaknya sangat menyayangkan aksi penebangan hutan cadangan tersebut. Sebab, hutan cadangan yang dikelolanya selama ini dianggap sebagai penahan terjadinya longsor ketika hujan deras. Namun, ketika pepohonan tersebut ditebang, potensi longsor akan sangat besar. "Karena lokasinya sangat curam dan miring. Jadi, kalau itu ditebang, maka permukiman di bawah akan rawan kena longsor," imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui pasti siapa yang melakukan aksi penebangan tersebut. Menurutnya, semua anggota koperasi tengah mencari tahu pelaku penebangan tersebut. Sebab, tidak ada pihak lain yang berhak mengelola hutan itu kecuali pihak koperasi yang telah sah melalui SK Bupati Jember. "Kami juga belum tahu pasti siapa pelaku penebangan ini, karena tidak ada pihak lain yang berhak mengelola hutan ini, selain dari Koperasi Produsen Ketajek Makmur Sejahtera," pungkasnya. (kr/mun/c2/bud)

  Editor : Safitri
#Jember #longsor #Banjir