Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Cuma Sapi, Kenduri Berkah Radar Jember Ini Juga Sembelih Rasa Cuek hingga Individualitas!

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
BERDOA:  Direktur JPRJ Abdul Choliq Baya (dua dari kiri), General Manager JPRJ MS Rasyid (tiga dari kiri), berserta karyawan Jawa Pos Radar Jember berdoa bersama dalam acara Kenduri Berkah, kemarin (29/5). (YULIO FA/RADAR JEMBER)
BERDOA:  Direktur JPRJ Abdul Choliq Baya (dua dari kiri), General Manager JPRJ MS Rasyid (tiga dari kiri), berserta karyawan Jawa Pos Radar Jember berdoa bersama dalam acara Kenduri Berkah, kemarin (29/5). (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember – Biasanya ruang redaksi dipenuhi suara ketukan keyboard dan tenggat berita yang saling berkejaran.

Tetapi Jumat (29/5) kemarin, suasana itu berubah menjadi lebih hangat. Sarung, gamis hitam, aroma sate, gulai, hingga suara karaoke memenuhi kantor Jawa Pos Radar Jember dalam agenda bertajuk Kenduri Berkah.

Kegiatan tersebut mempertemukan seluruh keluarga besar perusahaan dalam satu suasana tanpa sekat.

Advertisement

Mulai manajemen, wartawan, karyawan administrasi, hingga loper koran berkumpul menikmati rangkaian acara.

Agenda dimulai dengan penyembelihan sapi kurban, dilanjutkan hiburan karaoke layar lebar, games, pembagian doorprize, hingga kenduri makan bersama pada siang hari.

Nuansa kebersamaan terasa semakin kuat karena hampir seluruh sajian berasal dari partisipasi karyawan.

Advertisement

Ada yang membawa lauk, buah, camilan, membantu memasak, hingga menyiapkan lokasi acara.

Hal sederhana itu justru menjadi simbol bahwa kebersamaan di lingkungan kerja bisa tumbuh dari rasa saling peduli dan saling memiliki.

General Manager Radar Jember MS Rasyid mengatakan, Kenduri Berkah bukan sekadar agenda makan bersama, melainkan upaya menjaga kehangatan hubungan di tengah rutinitas pekerjaan media yang padat dan serba cepat.

“Kami tidak hanya menyembelih hewan kurban. Hari ini kami sedang menyembelih rasa cuek, rasa individualis, rasa kurang bertanggung jawab, dan rasa ‘bukan urusan saya’,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

PILKADES: Pesta Demokrasi Desa atau Pesta ‘Cuan’? Delapan Kecamatan di Jember Masuk Zona Rawan

PILKADES: Pesta Demokrasi Desa atau Pesta ‘Cuan’? Delapan Kecamatan di Jember Masuk Zona Rawan

Pemerintah Kabupaten Jember memetakan delapan kecamatan rawan konflik menjelang Pilkades Serentak 2027 guna mengantisipasi rivalitas petahana, sengketa hukum, dan praktik politik uang.

Ancam Oknum Pungli KTP, Bupati Gus Fawait Minta Warga Jember Lapor Lewat Kanal Digital Wadul Guse!

Ancam Oknum Pungli KTP, Bupati Gus Fawait Minta Warga Jember Lapor Lewat Kanal Digital Wadul Guse!

Bupati Gus Fawait menjamin ketersediaan blangko e-KTP gratis di tingkat kecamatan lewat program Peta Cinta dan meminta warga melaporkan pungli via Wadul Guse.

Geger Kasus Fasciolosis! DKPPP Jember Temukan Sapi Kurban Terinfeksi Cacing Hati Saat Lakukan Razia di RPH

Geger Kasus Fasciolosis! DKPPP Jember Temukan Sapi Kurban Terinfeksi Cacing Hati Saat Lakukan Razia di RPH

DKPPP Jember menemukan kasus cacing hati pada beberapa sapi kurban dan langsung mengafkir organ terinfeksi tersebut demi memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer