“Kepada nelayan Puger yang akan berangkat melaut, harus bisa membaca tanda-tanda kapan harus berangkat atau tidak. Karena menurut perkiraan, seminggu ke depan ini ombak akan terus membesar,” ujar AKP M Na'I, Kasatpol Air Polres Jember di Puger, Selasa (2/8).
BACA JUGA: Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal
Kepada Jawa Pos Radar Jember, M Na’i mengungkapkan, imbauan itu ia sampaikan karena kemarin telah terjadi kecelakaan laut yang menimpa perahu jenis speed. Akibat petaka ini, nakhoda perahu, Hanafi, 50, warga Dusun Krajan II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger meninggal. Sedangkan dua nelayan lain mengalami luka-luka.
Selain ombak mulai ekstrem, kata dia, di tengah laut juga mulai diterjang angin. Karena tiga hari lalu, ombak yang menghantam pantai selatan disertai angin yang cukup kencang. “Kami mengimbau kepada nelayan yang hendak berangkat melaut agar lebih hati-hati, karena cuaca mulai ekstrem,” ucapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejak pagi keluarga nelayan banyak yang menunggu di area pemecah ombak. Mereka menanti dan mendoakan keselamatan para suami yang akan masuk ke jalur Plawangan. Setelah melihat perahu melewati Plawangan dengan selamat, mereka kemudian pulang.
Sementara itu, perahu-perahu nelayan yang akan masuk Plawangan, terlihat antre. Mereka menunggu momen yang tepat untuk masuk ke Plawangan secara bergantian. Para nelayan yang pulang melaut ini rata-rata berangkatnya Senin (1/8) siang kemarin. Mereka baru pulang pagi setelah semalaman mencari ikan di lautan. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal