Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ombak Laut Selatan Jember Makin Besar, Nelayan Diminta Waspada

Maulana Ijal • Selasa, 2 Agustus 2022 | 20:29 WIB
HARAP-HARAP CEMAS: Para istri nelayan menunggu kedatangan suami mereka dari melaut di area pemecah ombak di Pantai Pancer, Puger.
HARAP-HARAP CEMAS: Para istri nelayan menunggu kedatangan suami mereka dari melaut di area pemecah ombak di Pantai Pancer, Puger.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kecelakaan laut yang mengakibatkan meninggalnya seorang nelayan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, menjadi alarm bagi para nelayan setempat agar lebih berhati-hati ketika melaut. Apalagi, diprediksi antara sepekan hingga sebulan ke depan, ombak di laut selatan Jember tersebut mulai tinggi.

“Kepada nelayan Puger yang akan berangkat melaut, harus bisa membaca tanda-tanda kapan harus berangkat atau tidak. Karena menurut perkiraan, seminggu ke depan ini ombak akan terus membesar,” ujar AKP M Na'I, Kasatpol Air Polres Jember di Puger, Selasa (2/8).

BACA JUGA: Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal

Kepada Jawa Pos Radar Jember, M Na’i mengungkapkan, imbauan itu ia sampaikan karena kemarin telah terjadi kecelakaan laut yang menimpa perahu jenis speed. Akibat petaka ini, nakhoda perahu, Hanafi, 50, warga Dusun Krajan II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger meninggal. Sedangkan dua nelayan lain mengalami luka-luka.

Selain ombak mulai ekstrem, kata dia, di tengah laut juga mulai diterjang angin. Karena tiga hari lalu, ombak yang menghantam pantai selatan disertai angin yang cukup kencang. “Kami mengimbau kepada nelayan yang hendak berangkat melaut agar lebih hati-hati, karena cuaca mulai ekstrem,” ucapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejak pagi keluarga nelayan banyak yang menunggu di area pemecah ombak. Mereka menanti dan mendoakan keselamatan para suami yang akan masuk ke jalur Plawangan. Setelah melihat perahu melewati Plawangan dengan selamat, mereka kemudian pulang.

Sementara itu, perahu-perahu nelayan yang akan masuk Plawangan, terlihat antre. Mereka menunggu momen yang tepat untuk masuk ke Plawangan secara bergantian. Para nelayan yang pulang melaut ini rata-rata berangkatnya Senin (1/8) siang kemarin. Mereka baru pulang pagi setelah semalaman mencari ikan di lautan. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
ombak besar Kecelakaan Laut