Begitu masuk, pengunjung sudah disambut dengan kelinci-kelinci yang menggemaskan. “Wahana ini bisa dimasuki dan boleh memberi makan kelinci-kelinci itu,” ucap Owner Jember Mini Zoo Adnan Mochammad. Pria yang akrab disapa Adnan itu mengungkapkan bahwa banyak tempat lain yang juga bisa dinikmati pengunjung, khususnya untuk mengedukasi anak-anak terkait dengan berbagai satwa yang tersedia. “Mereka bisa memberi makan hewan lain seperti rusa, sapi, dan kambing,” ungkapnya.
Pihaknya juga menyediakan berbagai wahana satwa lain seperti rumah reptil dengan berbagai jenis kadal-kadalan, ular, kodok, dan kura-kura. Adnan menuturkan bahwa akan ada team keeper yang berada di setiap satwa. Ada yang ahli di bidang unggas, di bidang mamalia, dan bidang lainnya. “Mereka bertugas menjaga dan memelihara setiap hewan itu sekaligus menjadi pawang,” ungkapnya.
Untuk menikmati itu semua, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20 ribu per orang. “Selain harga itu, gratis jika membawa anak-anak di bawah 80 sentimeter,” sambungnya. Untuk bisa menikmati beberapa wahana dalam Jember Mini Zoo, ada tarif lain yang perlu pengunjung bayar. Di antaranya, mini water boom, sepeda air, dan mini train.
Sejak Jember Mini Zoo ada, Adnan mengungkapkan bahwa banyak kelompok belajar yang berkunjung. “Sering ada kunjungan sekolah,” paparnya. Semua jenjang pernah, tapi yang paling sering adalah TK dan PAUD. Bahkan banyak juga yang dari luar kota seperti Bondowoso, Lumajang, dan Banyuwangi.
Even dan kreatif Jember Mini Zoo, Diana Lestari, menjelaskan bahwa ada paket edukasi yang bisa digunakan setiap kelompok belajar itu ketika berkunjung ke Jember Mini Zoo. Mulai senam, outbond, feeding kelinci, water boom, perah susu sapi segar, dan lainnya. Spot-spot foto menarik juga tersaji di sana. “Kita juga menyediakan gedung serba guna untuk tempat beristirahat,” pungkas dia.
Dihuni Satwa Khas Asia hingga Afrika
JEMBER Mini Zoo yang baru saja ada belum lama ini, ternyata memiliki kisah yang cukup unik. Diketahui, awalnya lokasi itu merupakan tempat yang digunakan untuk proses sapi perah. “Usaha itu sudah berlangsung sejak 1956 silam. Bahkan, sudah turun-temurun,” terang Owner Jember Mini Zoo Adnan Mochammad.
Pada sekitar 2018 lalu, pihaknya mulai memikirkan untuk membuat kebun binatang minimalis di sekitar kota. Mengingat hingga saat itu, belum ada kebun binatang yang terletak di pusat kota. “Di Jember ini, tingkat flora dan fauna cukup banyak, tapi di pinggiran Jember,” lanjut pria 41 tahun tersebut.
Setelah perencanaan panjang, pihaknya mulai melakukan eksekusi. Meskipun mini, uniknya, kebun binatang yang terletak di Jalan Brawijaya, Lingkungan Tanjung, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, itu telah mengoleksi berbagai satwa.
Pria yang akrab disapa Adnan tersebut menuturkan, mencari hewan yang bagus itu harganya mahal. Terlebih menjaga kesehatan hewan juga perlu upaya khusus. Namun dia mengaku ada niat untuk memberikan kemudahan warga Jember belajar terkait satwa sekaligus menyediakan wahana rekreasi. Dia yakin, niat baik bakal mendatangkan hasil baik pula.
Yang paling berkesan, kata dia, adalah saat mendatangkan burung unta. Sebab burung onta itu jarang dimiliki orang. “Saya impor dari Mesir sekitar 2019 lalu,” ungkapnya. Saat itu, usianya masih bayi. Kini bisa disaksikan sendiri, ukuran tubuhnya sudah melebihi orang dewasa. Tidak hanya itu, di dalamnya juga terdapat banyak hewan unik dan khas dari berbagai negara.
Seperti kura-kura sulcata asal Afrika, Kuda Pony, burung hantu, Biawak Papua, Kalkun, Musang Bulan asal Asia Timur dan Asia Tenggara, Sugar Glider, burung Macaw, Nuri Abu-abu Afrika, Merak Biru, tupai tiga warna, dan blue Iguana. “Siapapun bisa berkunjung selama sepekan penuh, sedari pagi sampai petang,” tandasnya.
Jurnalis: Isnein Purnomo, Maulana
Fotografer: Jember Mini Zoo for Radar Jember Editor : Maulana Ijal