alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Warga Mangli Minta Kali Semangir Dikeruk, Pemkab Pilih Pasang Bronjong

Warga Minta Kali yang Sebabkan Banjir Bandang di BMP Segera Dikeruk

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP) Kecamatan Kaliwates mengaku masih trauma dengan bencana banjir bandang Jember yang terjadi pada Minggu (9/1) lalu. Banjir itu dipicu meluapnya Kali Semangir yang melintas tak jauh dari perumahan setempat. Sedimentasi atau pendangkalan sungai dituding menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu, warga meminta agar kanal tersebut segera dikeruk agar alirannya normal kembali.

Pemerintah memang merencanakan dua opsi untuk mencegah berulangnya banjir tersebut. Pertama adalah jangka pendek dengan memasang bronjong penahan di lokasi tebing yang ambrol. Dan berikutnya melakukan normalisasi dengan mengeruk sedimentasi sungai. Namun, pemasangan bronjong lebih diutamakan karena menjadi langkah penanganan darurat.

Tulus Wijayanto, warga Perumahan BMP Blok DI-28, mengatakan, pascabanjir sepekan lalu, air sungai sempat meluap kembali ke jalan yang ada di depan pintu masuk Perumahan Mangli Residence, tak jauh dari Perumahan BMP. Air itu meluap lewat plengsengan yang jebol, yang saat ini sudah terpasang puluhan bronjong dan jumbo bag. “Warga masih trauma dengan kejadian tersebut. Apalagi warga masih belum bisa memperbaiki rumahnya yang rusak parah,” katanya, kemarin (17/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, peristiwa Kali Semangir yang meluap lagi, Sabtu (15/1) akhir pekan kemarin itu, mengakibatkan warga Perumahan BMP ketar-ketir. Warga waswas banjir susulan, seperti yang terjadi sebelumnya, kembali melanda permukiman mereka. Oleh karena itu, warga meminta agar dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember segera melakukan normalisasi sungai.

Sebab, Tulus menambahkan, kondisi sungai yang mulai dangkal juga butuh penanganan segera. Kalau masih belum dilakukan pengerukan, warga khawatir sewaktu-waktu hujan yang turun deras dengan waktu yang lama bisa menyebabkan banjir lagi. “Warga waswas karena air meluap lewat bronjong yang baru dipasang. Apalagi, air sampai menggenangi jalan yang menghubungkan Kecamatan Kaliwates dengan Panti,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP) Kecamatan Kaliwates mengaku masih trauma dengan bencana banjir bandang Jember yang terjadi pada Minggu (9/1) lalu. Banjir itu dipicu meluapnya Kali Semangir yang melintas tak jauh dari perumahan setempat. Sedimentasi atau pendangkalan sungai dituding menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu, warga meminta agar kanal tersebut segera dikeruk agar alirannya normal kembali.

Pemerintah memang merencanakan dua opsi untuk mencegah berulangnya banjir tersebut. Pertama adalah jangka pendek dengan memasang bronjong penahan di lokasi tebing yang ambrol. Dan berikutnya melakukan normalisasi dengan mengeruk sedimentasi sungai. Namun, pemasangan bronjong lebih diutamakan karena menjadi langkah penanganan darurat.

Tulus Wijayanto, warga Perumahan BMP Blok DI-28, mengatakan, pascabanjir sepekan lalu, air sungai sempat meluap kembali ke jalan yang ada di depan pintu masuk Perumahan Mangli Residence, tak jauh dari Perumahan BMP. Air itu meluap lewat plengsengan yang jebol, yang saat ini sudah terpasang puluhan bronjong dan jumbo bag. “Warga masih trauma dengan kejadian tersebut. Apalagi warga masih belum bisa memperbaiki rumahnya yang rusak parah,” katanya, kemarin (17/1).

Menurut dia, peristiwa Kali Semangir yang meluap lagi, Sabtu (15/1) akhir pekan kemarin itu, mengakibatkan warga Perumahan BMP ketar-ketir. Warga waswas banjir susulan, seperti yang terjadi sebelumnya, kembali melanda permukiman mereka. Oleh karena itu, warga meminta agar dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember segera melakukan normalisasi sungai.

Sebab, Tulus menambahkan, kondisi sungai yang mulai dangkal juga butuh penanganan segera. Kalau masih belum dilakukan pengerukan, warga khawatir sewaktu-waktu hujan yang turun deras dengan waktu yang lama bisa menyebabkan banjir lagi. “Warga waswas karena air meluap lewat bronjong yang baru dipasang. Apalagi, air sampai menggenangi jalan yang menghubungkan Kecamatan Kaliwates dengan Panti,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP) Kecamatan Kaliwates mengaku masih trauma dengan bencana banjir bandang Jember yang terjadi pada Minggu (9/1) lalu. Banjir itu dipicu meluapnya Kali Semangir yang melintas tak jauh dari perumahan setempat. Sedimentasi atau pendangkalan sungai dituding menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu, warga meminta agar kanal tersebut segera dikeruk agar alirannya normal kembali.

Pemerintah memang merencanakan dua opsi untuk mencegah berulangnya banjir tersebut. Pertama adalah jangka pendek dengan memasang bronjong penahan di lokasi tebing yang ambrol. Dan berikutnya melakukan normalisasi dengan mengeruk sedimentasi sungai. Namun, pemasangan bronjong lebih diutamakan karena menjadi langkah penanganan darurat.

Tulus Wijayanto, warga Perumahan BMP Blok DI-28, mengatakan, pascabanjir sepekan lalu, air sungai sempat meluap kembali ke jalan yang ada di depan pintu masuk Perumahan Mangli Residence, tak jauh dari Perumahan BMP. Air itu meluap lewat plengsengan yang jebol, yang saat ini sudah terpasang puluhan bronjong dan jumbo bag. “Warga masih trauma dengan kejadian tersebut. Apalagi warga masih belum bisa memperbaiki rumahnya yang rusak parah,” katanya, kemarin (17/1).

Menurut dia, peristiwa Kali Semangir yang meluap lagi, Sabtu (15/1) akhir pekan kemarin itu, mengakibatkan warga Perumahan BMP ketar-ketir. Warga waswas banjir susulan, seperti yang terjadi sebelumnya, kembali melanda permukiman mereka. Oleh karena itu, warga meminta agar dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember segera melakukan normalisasi sungai.

Sebab, Tulus menambahkan, kondisi sungai yang mulai dangkal juga butuh penanganan segera. Kalau masih belum dilakukan pengerukan, warga khawatir sewaktu-waktu hujan yang turun deras dengan waktu yang lama bisa menyebabkan banjir lagi. “Warga waswas karena air meluap lewat bronjong yang baru dipasang. Apalagi, air sampai menggenangi jalan yang menghubungkan Kecamatan Kaliwates dengan Panti,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/