"Bahan bacaannya juga beragam seperti novel buku anak-anak, sastra, dan masih banyak lainnya," ucapnya. Kalau mau pinjam, lanjutnya, harus memakai KTP domisili Jember dan melakukan registrasi lebih dulu. Selain itu, pihaknya juga menyediakan beberapa layanan seperti tempat khsus untuk baca buku anak, khusus novel, ada difabel korner, dan ruangan. Sekaligus ruang referensi yang bukunya tak bisa dipinjamkan. "Hanya bisa dibaca di sini," ucapnya.
Dia menyebutkan bahwa pihaknya juga menyediakan pelayanan konsultasi oleh para pustakawan. Artinya, entah itu calon penulis atau sekadar buku refrensi apa yang bisa digunakan untuk penelitian, bisa dilayani. Baik untuk lembaga maupun perorangan. "Di sini juga ada wifi corner, siapapun bisa membawa laptop dan belajar di sini," ujarnya.
Targetnya, hal yang sama juga bakal dimaksimalkan di tingkat kecamatan bahkan desa dan kelurahan. Dengan begitu, budaya literasi terus ada hingga ke pelosok. "Belum lagi, juga ada digitalisasi yang masih bisa dieksplor untuk kemajuan literasi Kabupaten Jember.
Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal