Untuk memenuhi hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indoneia Jember Hestu Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp 1,8 triliun. “Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi yang dibutuhkan perbankan,” lanjutnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan permintaan uang kartal selama libur Nataru.
Sebelumnya, pada 2020, dia menerangkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang kartal mengalami pernurunan senilai Rp 797 miliar atau lebih rendah sebanyak 38,5 persen. Diperkirakan lantaran masyarakat semakin sedikit dalam menggunakan uang kartal dalam melakukan transaksi sehari-hari selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.
Hingga 23 Desember lalu, Hestu menyebutkan bahwa jumlah penarikan uang kartal dari Bank Indonesia Jember yang dilakukan oleh perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat telah mencapai Rp 1,6 triliun. Sementara itu, jumlah uang masuk dari perbankan ke Bank Indonesia Jember hanya sebesar Rp 513 miliar. “Sehingga Bank Indonesia Jember mengalami net outflow sekitar Rp 1,1 triliun,” paparnya.
Hestu menyatakan bahwa diperkirakan hal tersebut bakal terus berlangsung hingga menjelang tahun baru, sebagaimana periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hestu juga menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan ketersediaan uang kartal selama Nataru. “Bank Indonesia Jember akan memenuhi kebutuhan uang kartal dalam nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan layak edar,” tandasnya.
Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: DOKUMENTASI RADAR JEMBER Editor : Maulana Ijal