alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Peran BI Jember Kembangkan UMKM Batik

"Sekarang hampir semua daerah memiliki ciri khas batik. Dengan mengangkat industri ekonomi lokal di masing-masing daerah, apalagi Jember juga memiliki pembatik yang cukup banyak, maka harus kita dukung untuk dikembangkan." Hestu Wibowo - Kepala KPwBI Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Pandemi Covid-19 memberi dampak buruk bagi perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Selain perusahaan besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga turut terpuruk akibat wabah tersebut.

Bank Indonesia (BI) Jember melalui program Local Economic Development (LED) hadir untuk memulihkan kembali penghasilan para pelaku usaha tersebut seperti semula. Sebab, pembangunan UMKM di daerah menjadi kunci meningkatnya perekonomian di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Hestu Wibowo menjelaskan, program tersebut merupakan upaya optimalisasi potensi dari setiap daerah yang ada di Jember. Ini sejalan dengan konsep Pemkab Jember yang menggelar lomba desain motif dan fashion batik yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UMKM serta Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Melalui program LED menjadi upaya pengembangan ekonomi lokal yang memang akan menjadi salah satu potensi dari daerah masing-masing yang bisa kita angkat. Salah satunya adalah mengembangkan batik yang sejalan dengan konsep Pemkab Jember dan Radar Jember,” paparnya.

Menurut dia, batik merupakan bisnis industri kreatif sekaligus bisnis ikonik yang menjadi ciri khas dari setiap daerah. Bisnis yang juga bernilai seni ini sudah seharusnya dikembangkan, baik secara kualitas maupun cara pemasarannya agar lebih dikenal luas di kancah nasional bahkan di pasar global. Pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya melalui lomba desain motif batik dan desain batik tersebut.

“Salah satu kelebihan atau keunggulan dari Indonesia adalah industri kreatif, salah satunya dari industri batik. Dengan adanya lomba-lomba seperti ini, mudah-mudahan juga dapat meningkatkan kapasitas,” tuturnya.

Lomba tersebut dinilainya juga bermanfaat untuk meningkatkan popularitas batik Jember. Sebab, selama ini masih banyak masyarakat Jember yang menganggap bahwa batik hanya dapat diperoleh di daerah-daerah tertentu. Seperti Jawa Tengah, Madura, atau Cirebon. “Sekarang hampir semua daerah memiliki ciri khas batik. Dengan mengangkat industri ekonomi lokal di masing-masing daerah, apalagi Jember juga memiliki pembatik yang cukup banyak, maka harus kita dukung untuk dikembangkan,” ungkap Hestu.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Pandemi Covid-19 memberi dampak buruk bagi perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Selain perusahaan besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga turut terpuruk akibat wabah tersebut.

Bank Indonesia (BI) Jember melalui program Local Economic Development (LED) hadir untuk memulihkan kembali penghasilan para pelaku usaha tersebut seperti semula. Sebab, pembangunan UMKM di daerah menjadi kunci meningkatnya perekonomian di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Hestu Wibowo menjelaskan, program tersebut merupakan upaya optimalisasi potensi dari setiap daerah yang ada di Jember. Ini sejalan dengan konsep Pemkab Jember yang menggelar lomba desain motif dan fashion batik yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UMKM serta Jawa Pos Radar Jember.

“Melalui program LED menjadi upaya pengembangan ekonomi lokal yang memang akan menjadi salah satu potensi dari daerah masing-masing yang bisa kita angkat. Salah satunya adalah mengembangkan batik yang sejalan dengan konsep Pemkab Jember dan Radar Jember,” paparnya.

Menurut dia, batik merupakan bisnis industri kreatif sekaligus bisnis ikonik yang menjadi ciri khas dari setiap daerah. Bisnis yang juga bernilai seni ini sudah seharusnya dikembangkan, baik secara kualitas maupun cara pemasarannya agar lebih dikenal luas di kancah nasional bahkan di pasar global. Pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya melalui lomba desain motif batik dan desain batik tersebut.

“Salah satu kelebihan atau keunggulan dari Indonesia adalah industri kreatif, salah satunya dari industri batik. Dengan adanya lomba-lomba seperti ini, mudah-mudahan juga dapat meningkatkan kapasitas,” tuturnya.

Lomba tersebut dinilainya juga bermanfaat untuk meningkatkan popularitas batik Jember. Sebab, selama ini masih banyak masyarakat Jember yang menganggap bahwa batik hanya dapat diperoleh di daerah-daerah tertentu. Seperti Jawa Tengah, Madura, atau Cirebon. “Sekarang hampir semua daerah memiliki ciri khas batik. Dengan mengangkat industri ekonomi lokal di masing-masing daerah, apalagi Jember juga memiliki pembatik yang cukup banyak, maka harus kita dukung untuk dikembangkan,” ungkap Hestu.

KEPATIHAN, Radar Jember – Pandemi Covid-19 memberi dampak buruk bagi perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Selain perusahaan besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga turut terpuruk akibat wabah tersebut.

Bank Indonesia (BI) Jember melalui program Local Economic Development (LED) hadir untuk memulihkan kembali penghasilan para pelaku usaha tersebut seperti semula. Sebab, pembangunan UMKM di daerah menjadi kunci meningkatnya perekonomian di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Hestu Wibowo menjelaskan, program tersebut merupakan upaya optimalisasi potensi dari setiap daerah yang ada di Jember. Ini sejalan dengan konsep Pemkab Jember yang menggelar lomba desain motif dan fashion batik yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UMKM serta Jawa Pos Radar Jember.

“Melalui program LED menjadi upaya pengembangan ekonomi lokal yang memang akan menjadi salah satu potensi dari daerah masing-masing yang bisa kita angkat. Salah satunya adalah mengembangkan batik yang sejalan dengan konsep Pemkab Jember dan Radar Jember,” paparnya.

Menurut dia, batik merupakan bisnis industri kreatif sekaligus bisnis ikonik yang menjadi ciri khas dari setiap daerah. Bisnis yang juga bernilai seni ini sudah seharusnya dikembangkan, baik secara kualitas maupun cara pemasarannya agar lebih dikenal luas di kancah nasional bahkan di pasar global. Pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya melalui lomba desain motif batik dan desain batik tersebut.

“Salah satu kelebihan atau keunggulan dari Indonesia adalah industri kreatif, salah satunya dari industri batik. Dengan adanya lomba-lomba seperti ini, mudah-mudahan juga dapat meningkatkan kapasitas,” tuturnya.

Lomba tersebut dinilainya juga bermanfaat untuk meningkatkan popularitas batik Jember. Sebab, selama ini masih banyak masyarakat Jember yang menganggap bahwa batik hanya dapat diperoleh di daerah-daerah tertentu. Seperti Jawa Tengah, Madura, atau Cirebon. “Sekarang hampir semua daerah memiliki ciri khas batik. Dengan mengangkat industri ekonomi lokal di masing-masing daerah, apalagi Jember juga memiliki pembatik yang cukup banyak, maka harus kita dukung untuk dikembangkan,” ungkap Hestu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca