Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sudah Sepekan, Gas LPG 3 Kg di Jember Selatan Langka

Maulana Ijal • Minggu, 12 September 2021 | 19:00 WIB
SULIT DIDAPATKAN: Bu Viki, pedagang makanan di Pantai Payangan, Ambulu. Sudah sepekan belakangan, dia mengaku warga sulit mendapatkan gas LPG 3 Kg. Rata-rata kelangkaan gas melon ini terjadi di kawasan Jember selatan.
SULIT DIDAPATKAN: Bu Viki, pedagang makanan di Pantai Payangan, Ambulu. Sudah sepekan belakangan, dia mengaku warga sulit mendapatkan gas LPG 3 Kg. Rata-rata kelangkaan gas melon ini terjadi di kawasan Jember selatan.
AMBULU.RADARJEMBER.ID - Warga Jember selatan, khususnya warga Dusun Watu Ulo dan Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg. Sudah sepekan terakhir gas melon itu langka. Kalaupun ada harganya naik melampaui harga semestinya.

Biasanya LPG 3 Kg hanya Rp 18 ribu per tabung, kini sudah tembus Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu. Itupun warga harus mencari ke tempat jauh. Karena sekarang tidak semua toko menjual LPG. "Sebelumnya toko-toko di Payangan banyak yang jual," kata Bu Viki, perempuan yang buka warung d Pantai Payangan, Minggu (12/9).

Menurutnya, sekarang ini LPG 3 Kg bukan hanya dipakai untuk memasak. Tapi petani juga membutuhkan LPG sebagai bahan bakar mesin penyedot air di sawah. "Selain LPG langka, sekarang ini para nelayan juga sulit mendapatkan solar," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, kelangkaan gas melon ini tidak hanya terjadi di wilayah Ambulu saja. Di beberapa kecamatan lain kawasan Jember selatan juga sama. Misalnya di Kecamatan Wuluhan dan Puger. Warga rata-rata warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg sejak sepekan belakangan.

"Untuk LPG 3 Kg ini yang penting ada. Meski harganya naik asal barangnya ada. Soalnya kalau susah mendapatkan kasihan sama pemilik warung seperti saya ini," pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Elpiji