Biasanya LPG 3 Kg hanya Rp 18 ribu per tabung, kini sudah tembus Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu. Itupun warga harus mencari ke tempat jauh. Karena sekarang tidak semua toko menjual LPG. "Sebelumnya toko-toko di Payangan banyak yang jual," kata Bu Viki, perempuan yang buka warung d Pantai Payangan, Minggu (12/9).
Menurutnya, sekarang ini LPG 3 Kg bukan hanya dipakai untuk memasak. Tapi petani juga membutuhkan LPG sebagai bahan bakar mesin penyedot air di sawah. "Selain LPG langka, sekarang ini para nelayan juga sulit mendapatkan solar," ungkapnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, kelangkaan gas melon ini tidak hanya terjadi di wilayah Ambulu saja. Di beberapa kecamatan lain kawasan Jember selatan juga sama. Misalnya di Kecamatan Wuluhan dan Puger. Warga rata-rata warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg sejak sepekan belakangan.
"Untuk LPG 3 Kg ini yang penting ada. Meski harganya naik asal barangnya ada. Soalnya kalau susah mendapatkan kasihan sama pemilik warung seperti saya ini," pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal