Dari balik pohon, dua anak tampak berlari menuju pantai. Sebelum sampai, anak itu balik kanan karena ada ombak yang mengejarnya. "Di sini saja, jangan ke sana ada ombak," kata Wahid, pengunjung asal Lumajang yang datang ke Paseban.
Pantai Paseban memang memiliki hamparan pasir yang cukup luas. Jarak dari warung-warung sampai ke air laut saat surut, nyaris selebar lapangan bola. Hal itulah yang membuat pantai itu banyak digemari orang. Bisa bermain dengan keluarga, saling kejar-kejaran, maupun sekadar duduk santai di pinggir pantai. Di atas pantai juga tampak beberapa layang-layang yang dimainkan pengunjung.
Mahmudi, warga setempat, menjelaskan, view alam di Pantai Paseban berbeda dengan pantai lain. Selain hamparan pasir yang cukup luas, pemandangannya juga berhadapan dengan laut lepas. Apabila melihat ke arah selatan, maka nampak Pulau Nusa Barong. "Kami di sini bisa menikmati laut lepas. Ombaknya juga tidak terlalu besar," paparnya.
Di laut Paseban, menurutnya, siapa saja bisa mandi. Namun, harus tetap waspada akan bahaya. Apalagi, jika yang mandi anak-anak, maka harus diawasi langsung oleh orang dewasa dengan jarak yang dekat. "Tidak perlu ke tengah, di pinggir saja sudah asyik," ucapnya.
Mahmudi mengaku, anak-anak yang pandai berenang juga tidak boleh ke tengah. "Bisa pakai ban, tetapi harus tetap di pinggir," ujarnya.
Pada hari-hari biasa cukup sepi. Biasanya Pantai Paseban hanya ramai pada hari libur atau akhir pekan, Sabtu dan Minggu. "Semua yang datang hanya untuk bersantai. Katanya kalau lihat laut Paseban, banyak yang merasa tenang," jelasnya.
Jurnalis: Nur Hariri
Fotografer: Anton, Nur Hariri Editor : Maulana Ijal