Pihaknya melakukan peninjauan di tiga sekolah, yaitu SMAN 2 Jember, SMKN 2 Jember, dan SMAN Ambulu, kemarin (23/8). PTM dilakukan dengan jumlah peserta didik sebanyak 50 persen kapasitas per kelas.
Namun, para siswa dan guru harus tetap memperketat prokes sampai bisa mencapai level satu. Sebab, jika dapat turun level, ekonomi bakal bisa bangkit. Saat ini dia menegaskan bahwa seluruh aktivitas tetap harus dalam pengontrolan. Sebab, ini menyangkut hajat hidup banyak orang. Termasuk dalam menjaga pengelolaan sistem di sekolah. Tujuannya agar pembelajaran tetap berlanjut.
Saat ini, lanjut Hendy, semua yang akan mengikuti tatap muka harus sudah mendapatkan vaksin. Setiap masuk kelas pun, semua harus diatur. “Selesai pelajaran langsung pulang. Tidak boleh ada kerumunan, harus berjarak. Jadi, kelas tidak boleh full,” tegasnya.
Pelajaran yang diberikan juga tidak boleh banyak. Sedikit tapi bervariasi. Dengan begitu, jika tidak ada jam mengajar, guru bisa langsung pulang untuk mengurangi intensitas bertemu dengan sesama warga sekolah.
Menurut Hendy, aturan seperti itu tidak ditentukan oleh pusat. Jadi, harus diatur sebaik mungkin. “Jadi, harus diatur agar ritmenya stabil,” ulasnya. Memudahkan semua pihak, termasuk tenaga pendidik dan para peserta didik.
Dalam sambutannya, Hendy juga memberikan pesan kepada para peserta didik untuk wajib menjaga protokol kesehatan serta menghindari kerumunan. “Saya memohon kepada adik-adik semua untuk tetap mematuhi prokes sesuai aturan. Setelah selesai, segera pulang,” pungkasnya.
Selain itu, Hendy berpesan agar para peserta didik lebih semangat dalam proses pembelajaran dan mengejar materi yang tertinggal. “Meski sudah lama tidak melakukan kegiatan tatap muka, bukan menjadi alasan untuk tidak berkembang,” paparnya.
Lebih lanjut, dia juga mengharapkan agar para peserta didik selektif dalam menyaring informasi yang tersebar di media sosial. Dengan begitu tidak mudah terpancing berita hoax, apalagi menyebarluaskan berita yang tidak benar. “Saya yakin Jember tempatnya orang pintar,” ucapnya.
Reporter : Isnein Purnomo
Fotografer : Diskominfo For Radar Jember
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona