Pantauan di lokasi, barongan bambu yang satu rumpun itu sebesar poskamling dan berada tepat di tengah aliran muara Sungai Bedadung. “Yang paling berbahaya itu kalau air pasang, karena barongan terendam air sehingga tidak kelihatan,” kata Catur, pemilik perahu yang menyediakan jasa sewa jukung bagi pemancing yang akan ke Nusa Barong tersebut.
Menurut dia, setiap hujan deras dan sungai banjir, memang banyak barongan bambu yang terbawa arus hingga ke pantai. Biasanya, barongan itu berasal dari rumpun bambu yang tumbuh di sempadan sungai. Akibat banjir, sempadan itu terkikis sehingga barongan ambrol dan terbawa arus. “Susahnya kalau nelayan yang berangkat malam hari, karena tidak kelihatan. Untungnya para nelayan sudah hafal dengan lokasi barongan bambu itu,” pungkasnya.
Reporter : Juma’i
Fotografer : Juma’i
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona