Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sekitar 23 anak buah kapal (ABK) selamat setelah melompat dari perahu bernama Sinar Laut itu. Hanya saja ikan hasil tangkapan tumpah bersama alat-alat tangkapnya.
Yatno, 45, salah seorang ABK warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan mengaku, sesaat setelah perahu oleng terhantam ombak, dirinya langsung melompat. Aksi itu juga diikuti ABK lainnya yang terjun ke air sehingga mereka semua selamat. "Saat itu perahu dihantam ombak terus menerus," kata Yatno.
Perahu dengan nakhoda Mathari ini berangkat melaut pada Minggu (26/7) malam sekitar pukul 20.00. Namun saat pulang dan melewati jalur Pelawangan yang terkenal ganas itu, perahunya diempas ombak dari belakang. Bahkan saat perahu kandas dan berusaha berjalan mundur, ombak kembali menghantam hingga membuat air laut masuk lambung perahu.
Hingga saat ini perahu yang mengalami kecelakaan itu masih berusaha ditarik oleh ABK yang dibantu sejumlah nelayan lainnya. Namun karena air laut masih surut, perahu yang kandas itu masih belum bisa diangkat ke daratan. Sementara di muara sungai bedadung banyak perahu yang kandas dan saling bertabrakan. Editor : Safitri