Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sejak Awal Tak Bisa Main dengan Tangan Kanan

Safitri • Rabu, 17 Juni 2020 | 22:02 WIB
JAGOAN TANGAN KIRI: Haikal Ramadhana Batangryan, salah satu pebulu tangkis andalan Jember, aktif bermain bulu tangkis dengan tangan kidalnya. Tercatat sepanjang 2019 lalu dirinya memberikan penampilan yang konsisten dalam setiap kejuaraan.
JAGOAN TANGAN KIRI: Haikal Ramadhana Batangryan, salah satu pebulu tangkis andalan Jember, aktif bermain bulu tangkis dengan tangan kidalnya. Tercatat sepanjang 2019 lalu dirinya memberikan penampilan yang konsisten dalam setiap kejuaraan.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Tercatat sepanjang 2019 lalu, salah satu pebulu tangkis single andalan Jember, yakni Haikal Ramadhana Batangryan, mampu menggenggam sejumlah prestasi. Mulai dari juara satu pada open tournament Walikota Cup Probolinggo, juara tiga Suryanaga Cup, juara satu Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Jember kelas remaja dan taruna, serta juara dua single dan juara dua ganda campuran pada gelaran PB Putra Open Tournament.

Tahun lalu, performa putra kedua dari pasangan Agus Riyanto dan Enny Mulyanti ini menunjukkan grafik yang mulai stabil. Pelajar SMAN 2 Jember ini bermain konsisten di kategori tunggal putra. Selain itu, dirinya juga mulai mencatatkan prestasi pribadi pada kategori barunya, ganda campuran bersama Indy Eprita.

Remaja yang kerap disapa Haikal ini tentu menjadi salah satu tumpuan Jember dalam beberapa ajang bulu tangkis. Support dari kedua orang tuanya pun menjadi salah satu motivasi tersendiri bagi Haikal. Selain konsistensi performa dan kerja keras dalam latihan rutin tiap harinya.

Uniknya, Haikal merupakan pebulu tangkis kidal. Tak banyak pebulu tangkis muda yang bermain dengan menggunakan tangan kiri. Bisa dibilang, Haikal satu-satunya pebulu tangkis kidal di Kabupaten Jember.

“Dari awal main bulu tangkis ya pakai tangan kiri. Kalau tangan kanan malah tidak bisa. Saya juga tidak tahu kok pakai tangan kanan tidak bisa,” tutur remaja kelahiran 26 Oktober 2003 ini sembari tertawa kecil saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di sela latihan rutinnya.

Haikal menceritakan, saat dirinya mulai duduk di bangku taman kanak-kanak, dia sudah diajari bermain bulu tangkis oleh ayahnya. “Masuk kelas 1 SD dimasukkan ke klub. Klub saya dulu PB Smash. Tapi sekarang sudah pindah ke PB DMG,” ujar alumnus SMPN 1 Kalisat ini.

Kebiasaan Haikal beraktivitas dengan tangan kiri sudah dia lakukan sejak kecil. Bahkan, aktivitas sehari-hari tak luput dari kebiasaannya menggunakan tangan kiri. “Hampir setiap hari pakai tangan kiri. Mulai dari makan sampai menulis. Sekarang kalau nulis juga masih bisa pakai tangan kiri, kalau makan mulai bisa pakai tangan kanan,” jawab remaja yang tinggal di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, ini.

Kelebihan dan kekurangan bermain dengan tangan kiri di bulu tangkis pun sudah mulai dia pahami. Ada beberapa trik yang menjadi keunggulan pemain kidal saat melawan pemain tangan kanan. “Kita arahkan saja bolanya ke sisi sebelah kiri mereka,” imbuh Haikal.

Idolanya di dunia bulu tangkis pun sama dengan dirinya, sama-sama kidal. Dia mengidolakan pebulu tangkis asal Tiongkok yang meraih medali emas dalam dua kali Olimpiade 2008 dan 2012, memang pebulu tangkis kidal kelas dunia. “Kalau idola di Indonesia ya Taufik Hidayat,” lanjut Haikal.

Di sisi lain, dukungan orang tua Haikal terus mengalir. Sang ibu tak henti-hentinya setia menemani langkah Haikal ketika latihan rutin maupun mendukung langsung saat bertanding. “Mama mesti ikut kalau saya latihan. Kalau saya main di luar kota kadang-kadang juga ikut. Tapi kalau sudah masuk babak semifinal, mama sudah pasti nyusul. Kalau ayah kadang-kadang juga nonton,” bebernya. Editor : Safitri
#Jember