Yakni pemilihan paus baru setelah wafatnya Paus Fransiskus pada April lalu.
Dikenal dengan istilah konklaf, yaitu pertemuan tertutup para kardinal gereja Katolik untuk memilih paus baru.
Berlangsung di Kapel Sistina, Roma, untuk memilih pemimpin tertinggi baru menggantikan Paus Fransiskus.
Menurut Britannica, Paus dipilih oleh para kardinal pemilih dalam proses pemungutan suara selama konklaf kepausan.
Pemilihan ini terjadi setelah seorang paus meninggal atau mengundurkan diri.
Paus berikutnya biasanya dipilih dari antara para kardinal, yang harus berusia di bawah 80 tahun untuk dapat memberikan suara.
Ketika dua pertiga suara tercapai di antara para pemilih, paus terpilih memilih nama kepausannya.
Diwartakan oleh Vatican News, konklaf pada Rabu (7/5/2025) kemarin dimulai dengan Misa khidmat di Saint Peter's Basilica dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re.
Selama proses ini, umat kristiani dunia menantikan tanda visual yang muncul dari cerobong asap Kapel Sistina, yaitu asap hitam atau asap putih.
Kedua asap ini memiliki dua makna berbeda.
Namun, konklaf hari pertama kemarin berakhir dengan mengepulnya asap hitam dari cerobong Kapel Sistina pada pukul 21.00 waktu setempat.
Menandakan bahwa konklaf hari pertama telah berakhir tanpa paus terpilih.
Editor : Imron Hidayatullahh