Radar Jember - Banyak orang mengeluhkan tekanan darah tinggi yang kerap disertai pusing hingga rasa tidak nyaman.
Namun di alam liar, ada hewan yang justru hidup dengan tekanan darah sangat tinggi sejak lahir, yakni jerapah.
Jerapah dikenal sebagai hewan dengan tekanan darah tertinggi di dunia.
Tekanan darahnya bisa mencapai sekitar 220/180 mmHg hingga 300/200 mmHg, atau hampir dua kali lipat dibandingkan manusia.
Baca Juga: Ini Tarif Listrik Rumah Tangga April 2026, Intip Besaran Harga Token per kWh dan Simulasinya
Kondisi ini bukan penyakit, melainkan bentuk adaptasi luar biasa.
Dengan tinggi tubuh yang bisa mencapai lebih dari lima meter dan leher sekitar tiga meter, jerapah membutuhkan tekanan besar agar darah dari jantung bisa sampai ke otak melawan gravitasi.
Untuk itu, jerapah dibekali jantung yang sangat kuat, bahkan beratnya bisa mencapai sekitar 11 kilogram.
Otot ventrikel kirinya tebal, memungkinkan jantung memompa darah dengan tekanan tinggi tanpa mengalami kerusakan.
Baca Juga: Khusus Daerah 3T, Program Makan Bergizi Gratis Bakal Disalurkan 6 Hari Seminggu
Tak hanya itu, sistem peredaran darah jerapah juga dilengkapi berbagai mekanisme canggih.
Adaptasi tekanan tinggi: Tekanan sistolik jerapah bisa mencapai sekitar 250 mmHg untuk memastikan suplai darah ke otak tetap lancar.
Pencegah pusing saat menunduk: Jerapah memiliki katup satu arah di pembuluh vena leher (jugularis) yang mencegah aliran darah berlebih ke otak saat minum.
“Kaus kaki” alami di kaki: Jaringan ikat yang kuat di kaki berfungsi menahan tekanan darah agar tidak menyebabkan pembengkakan.
Pembuluh darah tebal dan elastis: Membantu mengatur aliran darah tetap stabil dalam berbagai posisi tubuh.
Berbeda dengan jerapah, tekanan darah tinggi pada manusia justru berbahaya dan bisa memicu berbagai penyakit serius jika tidak dikontrol.
Baca Juga: Tragedi Highside Hebat Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika 2026: Begini Kondisinya!
Dari fakta ini, ada pelajaran sederhana. Jika mengalami tekanan darah tinggi hingga pusing, tetaplah bersabar dan segera periksa ke tenaga medis.
Karena tidak seperti jerapah yang sudah “dirancang” secara alami, tubuh manusia membutuhkan tekanan darah yang seimbang untuk tetap sehat. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh